Selasa, Juni 29, 2010

Review: Toys Story 3, Almost 11 years is worthed enough!

Jeda waktu hampir sebelas tahun ternyata tak membuat para penggemar kabur. Hal itu dibuktikan oleh film animasi fenomenal yang berjudul Toy Story. Fenomenal? Ya, sangat fenomenal. selain mampu meraih ratusan juta dollar dari penjualan tiketnya, film ini juga mampu menggaet para penonton dari semua usia. Toy story yang sempat populer 15 tahun yang lalu adalah film pertama yang mendobrak popularitas film 3 dimensi. Tak heran, para penontonnya yang sekarang beranjak dewasa pun masih ingin mengikuti cerita mengenai Woody dan kawan-kawan ini.

Saya termasuk penonton setia Toy story the series. Meski belom sempat nonton film pertamanya, tapi saya sangat jatuh cinta pada animasi tiga dimensi yang disuguhkan dalam film Toy Story 2. Jaman masih VCD dulu, saya tidak pernah bosan memutar filmnya sampai saya ingat dengan jelas cerita, bahkan dialognya! Begitu mendengar film selanjutnya akan ditayangkan di Layar lebar, tanpa pikir panjang saya langsung meluncur untuk menonton filmnya. Ini dia reviewnya. 


The Story
Seperti biasa, Woody, Buzz, Hamm, dan mainan-mainan lainnya mengkhawatirkan hal yang sama: dilupakan oleh pemiliknya. Apalagi kali ini, Andy (sang pemilik) akan beranjak dewasa dan pergi ke asrama untuk meneruskan kuliahnya. Mereka dihadapkan pada tiga takdir: ikut dibawa bersama Andy ke collage, disimpan di loteng, atau disumbangkan ke Daycare (penitipan anak)?

Woody adalah satu-satunya mainan yang terpilih untuk ikut ke college, dan yang lain hendak disimpan di loteng. Namun, karena suatu kesalahpahaman, sekantung mainan tersebut terbuang! Namun, dengan keterampilan melarikan dirinya, mereka berhasil lepas dari tempat pembuangan dan memasukkan diri pada dus yang berisi penuh mainan yang hendak disumbangkan ke Daycare.
Petualangan sesungguhnya baru dimulai saat mainan-mainan yang rindu dimainkan anak-anak ini tiba di Daycare. Mereka bertemu banyak teman baru, termasuk Lotso, si Beruang yang terkenal dengan wangi stroberinya. Namun ternyata, si beruang pink ini tak sebaik yang terlihat. Ia menjebak Buzz dan kawan-kawan untuk diletakkan di ruangan khusus anak-anak kecil, yang memainkan mainan tanpa rasa belas kasihan.
Woody yang hendak pulang ke rumah Andy secara tidak sengaja mendengar kekejaman Lotso tersebut. Dan akhirnya, Woody kembali dan berusaha menyelamatkan teman-temannya untuk keluar dari Daycare mengerikan itu.

The Characters

Tokoh utama
Para bintang yang dijagokan oleh sang director, Lee Unkrich, masih sama dengan karakter-karakter utama yang sempat jadi favorit penonton di film-film yang sebelumnya. Si koboi pemberani, Woody, masih jadi pemeran paling utama dan paling disayang Andy. Tak lupa teman luar angkasanya, Buzz Lightyear, dan beberapa teman lama yang sudah terkenal sejak film pertama Toy Story merambah dunia layar lebar; Pasangan lucu Mr. and Mrs. Potatohead, si badan elastis Slinky Dog, Tyranosaurus yang konyol Rex, dan Hamm si celengan babi. Beberapa karakter baru yang muncul di Toy Story 2 juga ada yang bertahan menjadi pemeran utama, yaitu si Cowgirl Jessie, kudanya Bullseye, dan tiga boneka alien hijau bermata tiga.
selain mainan-mainan yang menjadi tokoh utama, tak terlupa Andy yang beranjak dewasa dan Adiknya Molly yang cerewetpun digambarkan dengan sangat sempurna. Andy versi dewasa sangat tampan loh, mungkin dia akan dapat banyak penggemar cewek di collagenya nanti. :P





Meet some new friends!

Tak lengkap rasanya jika film baru tidak menambahkan karakter baru yang segar. Masih berupa mainan-mainan ataupun juga manusia. Dalam film terbaru ini, penonton disuguhkan beberapa mainan baru mulai dari yang lucu dan menggemaskan hingga yang jahat.
First, let me introduce you, Bonnie!

Si gadis cilik yang pemalu ini sukses bikin penonton menahan nafas karena kelucuannya. Dia imut-imut, lucu, dan sedikit malu-malu pada orang asing. Gerak-geriknya bikin geregetan. Jika ada yang bertanya apakah ia akan menjadi tokoh utama manusia di film berikutnya? Saya adalah orang yang berteriak "SETUJU!" paling keras. Dia ngegemesin sih. :D
Bonnie memiliki beberapa mainan layaknya anak-anak lain. dan, mainan-mainan Bonnie menjadi teman baru bagi Woody cs. Inilah teman-teman baru mereka:

Buttercup si unicorn, Trixie si dinosaurus biru, Dolly, dan Pea-in-a-pod. Dan satu lagi, Mr. Priclepants--sebuah boneka landak yang sempat saya kira seekor boneka singa. :D

Tiada petualangan tanpa karakter jahat. Tak mau ketinggalan, film ini pun menampilkan sejumlah karakter yang sama lucunya, namun jahat wataknya.
Tak kehabisan akal, para pemeran antagonis di film animasi ini mengambil peran dari mainan-mainan yang sudah sangat familiar di kehidupan sehari hari; beruang dan boneka bayi yang besar. Serangga hijau yang terlihat kuat itu adalah Twitch, dan mainan jelly yang berbentuk gurita bernama Strectch. Ada juga mainan menyerupai batu yang dapat mengubah-ubah wajahnya dengan tombol diatas kepalanya, Chunk. Yang terlihat paling necis itu, dengan scraft di lehernya, adalah Ken. Familiar dengan nama ini? ya, dia memang kekasih Barbie! Mungkin Ken tidak sepenuhnya jahat, ia hanya terbawa oleh Lotso dan kawan-kawan.

Something missing?
Jika kalian penggemar Toy Story 1 dan 2, kalian akan sangat kehilangan Bo Peep. Ya, si boneka porselin bergaun putih, dengan membawa tongkat penggembala kambing. 
Si gadis bijaksana ini padahal memiliki peran yang cukup penting di Film-film sebelumnya. Apalagi, ia pernah diposisikan sebagai Woody's Lover. Woody dan Bo terlihat sangat saling tertarik satu sama lain, apalagi Bo seringkali menasihati Woody dikala Woody melakukan tindakan yang cenderung nekat. Sayangnya, boneka anggun ini tidak muncul di Toy Story 3. Padahal mungkin, beberapa orang merindukan adegan dimana Bo menarik tubuh Woody dengan tongkat melengkunya itu.

The Best Scenes
Adegan paling Lucu
 Oke, saya tahu bahwa untuk sesuatu yang beratributkan "paling", berarti hanya satu. Tapi sulit bagi saya untuk menentukan satu bagian saja yang paling lucu. Untuk satu hal ini, izinkan saya memilih beberapa adegan untuk dokategorikan sebagai adegan paling lucu. :D
  1. Saat Mr. Potatohead menjalankan misinya tanpa tubuh kentangnya. Ia mengganti tubuhnya dengan kue dadar! Bayangkan bagaimana sulitnya ia bergerak dengan tubuh yang meliuk-liuk itu. Dan di tengah misinya, ia bahkan dipatuk oleh seekor burung lapar. Cukup membuat anda tertawa? Sisakan energi tawa anda untuk bagian paling lucu dari scene ini; saat akhirnya ia pulang dengan tubuh mentimun! (Mrs. Potatohead dengan senang menyambutnya; "Oh sayang, kau terlihat lebih tinggi") :))
  2. Karena ulah para mainan jahat, Buzz sempat diubah menjadi Buzz yang lain; Buzz dalam mode demo. Ia tak kenal lagi teman-temannya, dan hanya menuruti perintah Lotso. Namun, akhirnya Rex dan kawan-kawan mencoba mengembalikan Buzz ke mode normal. Sayangnya, Rex terlalu lama menekan tombolnya, dan Buzz malah berubah ke Spanish Mode. Buzz berbicara bahasa spanyol dengan gerak gerik mirip Alfonso di telenovela-telenovela mexico. Bahkan, buzz tiba-tiba jatuh cinta pada Jessie dan tak berhenti memanggilnya "Senorita". Semua penonton dibuat terpingkal saat Jessie dipaksa berdansa oleh El Buzzo.
  3. Siapa yang tak tahu bahwa Barbie punya pasangan? Dan di film ini, Barbie bertemu belahan jiwanya, Ken. Bersiaplah dengan komentar komentar yang berkata "Adegan Ken dan Barbie selalu lebay". Tapi akuilah, kelebayan yang ditampilkan sungguh sempurna dan membuat anda terpingkal sampai mengeluarkan air mata! (Ken: "Aku punya semuanya, namun aku tak punya teman yang mau berbagi hidup denganku.." Barbie: "Aku tidak tahu, rasanya.. Kita memang diciptakan untuk bersama-sama") LOL. Sangat sinetron sekali.
Adegan paling menyedihkan
The ending, for sure! Ini adalah film yang sebenarnya happy ending, tapi kebahagiaan itu didapat dengan perpisahan yang tak dapat dihindarkan lagi. Siapkan kotak tisu anda saat akan menjelang adegan terakhir. Ekspresi Andy dan Woody saat akan terpisahkan sangat menyentuh hati! Ouh... :'(

How Do I Rate It?
  • Jalan ceritanya tidak mudah ditebak. I rate it 9/10
  • Animasinya sangat hidup, bahkan saya jatuh cinta pada Andy. I rate it 10/10
  • Untuk soundtrack, sayang sekali, kurang mendorong saya untuk mencari dan mendownload lagu-lagunya. I rate it 6/10
Dan untukrating keseluruhannya, (saya ikutin rating-rating biasanya, pake bintang-bintang)

FIVE STARS! its mean: VERY RECOMMENDED, alias WAJIB NONTON. Filmnya mendekati sempurna, dan anda tidak akan menyesal merogoh kocek untuk menontonnya.

El buzzo: "Adios, senorita."

Sumber gambar: fanpop.com and others

8 komentar:

  1. sepertinya film yg menarik.utk tambahan info kalau film pertama toy story tuh tahun 1995, yg kedua tahun 1999 dan skrg yg ketiga tuh tahun 2010.cukup lama kan ya?padahal pas di toy story pertama andy masih bayi, yg kedua masih anak2 n yg ketiga andy udah kuliah.benar2 sesuai dgn masa2 hidupku.hehe...

    btw siapa neh tim favoritmu di piala dunia ini v? :-P

    BalasHapus
  2. pengen nonton tapi gag ada duit.
    hehe..
    Triologi yg menarik..

    BalasHapus
  3. yup.....memang happy ending sekaligus sad ending....btw...jadi lupa2 ingat...nonton toy story pertama dulu dimana ya...?? wakakaka.....anyway lengkap sudah aku nonton toy story 1,2,3.....shrek forever after juga udah...tinggal resident evil 4....

    BalasHapus
  4. Di Toy Story, Andy udah 6 tahun, bukan masih bayi...

    Setuju... Ending-nya menyentuh banget!!! Apalagi buat yg dah ngikutin dari jaman Toy Story 1!!

    Terutama waktu Bonnie melambaikan tangan Woody! Hiks...

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. ditambahin skalian diralat dikit nih
    si alien ijo udah ada dari toys story 1
    1 karakter yg slalu ada sejak toys story 1,general zurg,g kau sebut
    si bo peep ngilang soalnya dah dijual
    si R.C jg karakter penting yg g muncul lg,dijual jg kayanya
    mrs potato baru muncul d toys story2

    BalasHapus
  7. Bgs bgt film-Nya

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...