Rabu, Juli 29, 2015

Selayang Pandang LPDP

Melanjutkan kuliah sudah bukan lagi mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. Bahkan, menyebrangi samudra dan menimba ilmu di negeri orang juga menjadi hal yang lebih mudah untuk digapai. Sejak Januari 2012 lalu, tiga kementrian besar di Indonesia, yaitu Kementrian Keuangan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementrian Agama berintegrasi untuk menginisiasi sebuah lembaga eselon yang langsung bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan berpedoman pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Penyantun (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Keuangan, dan Mensteri Agama). Melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 18/KMK.05/2012 tanggal 30 Januari 2012, Lembaga Pendidikan Dana Pendidikan (LPDP) ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum. Hingga saat ini, LPDP telah membiayai lebih dari 8000 generasi mudanya untuk melanjutkan kuliah dan melakukan penelitian.

Darimana semua biaya tersebut berasal? Indonesia memiliki dana abadi pendidikan sebesar 15,4 triliun, yang diharapkan tidak berkurang, dan bahkan bertambah. LPDP melakukan pengelolaan dengan investasi dan memiliki return hingga 1,4 T per tahun. Dana inilah yang kemudian dialirkan untuk membangun negeri, melalui ksatria-ksatria cendikianya.
Untuk mengemban amanah besar tersebut, tentu tidak mudah. LPDP perlu mendirikan origanisai dengan orang-orang yang tepat. Adapun struktur organisasi LPDP adalah sebagai berikut;
http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/

LPDP juga tak hanya memberikan dana pendidikan. Para penerima beasiswa (awardee) tidak serta merta mendapat biaya kuliah, berangkat, kemudian pulang dan melanjutkan hidup begitu saja. Sebelum perkuliahan dimulai, para penerima beasiswa diwajibkan untuk mengikuti Persiapan Keberangkatan (dulu dikenal dengan Program Kepemimpinan, hingga kini disebut sebagai PK). Kegiatan PK dilaksanakan selama 5-6 hari dan diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, seminar, pentas seni, drama, musik, games, dan lain sebagainya. Pelaksanaan PK diharapkan mampu menumpuhkan jiwa kepemimpinan, mandiri, kreatif dan nasionalis para awardee.

Beberapa video angkatan PK di Youtube
.

Selain PK, awardee LPDP juga diberi amanah untuk memajukan daerah-daerah tertinggal di Indonesia. Program ini dinamakan Menyapa Indonesia. Program menyapa Indonesia mewajibkan para awardee untuk berkontribusi dalam community development, melakukan pendampingan masyarakat untuk melakukan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan berbagai program penunjang tersebut, LPDP menjadi salah satu beasiswa yang paling diminati dalam tiga tahun terakhir ini.

Rabu, Mei 06, 2015

Random Kiss

Lagi shalat di mushola, ada cowok yang ngeliatin gue terus dari jauh. Bikin ga konsen. Setelah selesai shalat, dia senyumin gue (!!!) Terus mendekat dan ngajak salaman tanpa ngomong apa-apa. Cuma nyengir doang. Setelah gue salamin, dia NYIUM gue!!! Ini proses pedekate tercepat yang gue alamin..

Sampai sekarang, gue ga tau namanya. Soalnya setelah nyium, dia lari. Yang gue tau cuma.. Umurnya kira-kira 2 taunan. Dia bawa bawa balon doraemon. Hahaha. Sweetest random kiss ever.

Rabu, Maret 18, 2015

Cinderella in a Grown-Up-Woman-Mind

It's been a year!
Gue nggak nulis blog selama SATU TAHUN. I'm so sorry. Maybe we can blame the social media? Gue mulai menulis dimanapun gue mau; kadang Tumblr, kadang Twitter karena hal-hal yang mau gue bagi sangat singkat.

So, here I am. Pop-up writing idea muncul begitu saja sepulang dari girls day out bersama seorang guru bahasa inggris dan seorang siswa privat. Karena sudah janji mau nonton bareng dari akhir tahun lalu, momen kemarin datang sangat pas: Cinderella tayang dan bioskop baru di dekat rumah gue masih menerapkan harga promo yang wallet-friendly. Jadi, kita janjian untuk nonton Cinderella bertiga. Ratingnya SU, jadi cocoklah ditonton sama guru dan murid. :))

Sasa, Me and Dara.
Awalnya, gue pribadi agak kecewa karena gue mengharapkan sesuatu yang surprising, seperti bagaimana lucunya Rapunzel di Tangled, atau Kerennya Hansel and Gretel yang menjadi Witch Hunter. Ternyata, Disney tidak banyak menambah atau mengubah untuk film yang satu ini. Ini hanya dibuat live action dengan efek magic yang memang memukau.


Tapi, setelah pulang dari bioskop dan sedikit me-review filmnya dalam otak gue, gue baru nyadar kalau Disney berhasil memasukkan satu potongan cerita yang bisa bikin semua ceritanya make sense, dan secara elegan memasukkan pesan yang sangat baik bagi penontonnya.

Potongan cerita tambahan dimulai ketika Ella berlari kehutan (macam puisinya Rangga AADC) gara-gara sedih dan galau. Disanalah ia bertemu dengan Kit, yang sebenarnya adalah Pangeran di kerajaan tersebut. Di cerita aslinya, (dan di kartun klasik Disney,) cerita ini nggak ada. Jadi sekarang kita bisa menyatukan puzzlenya: kenapa Pangeran bisa jatuh cinta pada Ella padahal cuma ketemu di pesta dansa? Atau, ngapain juga Kerajaan ngundang semua rakyatnya ke pesta dansa? Semuanya terjawab dengan cerita oh-i-meet-a-girl-in-a-forest-and-falling-in-love-with-her ini.


Lalu, pesan apa yang tadi gue bilang berhasil diselipkan Disney bagi penontonnya? Ella diajarkan oleh orangtuanya untuk "Have courage, and be kind," oleh sebab itu, Ia selalu berbuat baik pada siapapun, termasuk pada orang yang berbuat jahat padanya. Ia juga sangat yakin dan percaya pada keyakinan hatinya. Ella di-bully, tapi nggak pernah ngelawan. Sedih, tapi nggak pernah ngegalau. Ketika Ella sedih, pergi ke hutan dan malah ketemu Kit, pesan yang disampaikan sangat tersurat karena si moderator bilang "Jika kakak tirinya tidak sejahat itu, ia tidak akan pergi ke hutan". Ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap kesedihan, pasti ada hal baik yang menunggu. Bahkan, ketika Ella dikurung di loteng ketika pangeran mencarinya, Ella tidak menangis, dan malah bernyanyi (!). Ia sabar, dan Ia percaya.


Lavender's blue, dilly, dilly, lavender's green,
When I am king, dilly, dilly, you shall be queen.
Who told you so, dilly, dilly, who told you so?
'Twas my own heart, dilly, dilly, that told me so.

So, meskipun tidak ada kejutan dari Disney, Cinderella the Movie ini cukup worth it untuk ditonton ;)

Sabtu, Februari 22, 2014

(antara) Jatuh Cinta dan Jatuh dari Motor

Kemarin, sepulang dari tempat kerja, gue jatuh dari motor (lagi). Ini jatuh keempat kalinya selama 4 tahun menjadi pengendara motor. Tapi, ini adalah jatuh paling hebat yang pernah gue rasakan. Motor gue meluncur sekitar dua meter kedepan, gue nyungsruk nyium aspal dengan posisi mirip Superman. Kenapa gue bilang hebat? Karena gue nggak nangis sama sekali. Padahal, 3 kali jatuh yang sebelumnya, gue selalu nangis. Bukan masalah sakitnya segimana, tapi kagetnya. And feeling weak-nya yang bikin gue sedih.

Jatuh yang kemarin, gue hanya tersungkur beberapa detik dan bangun sendiri. (Note it: bangun sendiri) dan menuju motor gue. Beberapa mas-mas nyamperin gue, nolongin gue dan men-test-drive motor gue (mungkin khawatir kenapa-kenapa) dan menyarankan gue untuk istirahat dulu di pinggir jalan. Tapi, yang gue lakukan hanyalah tersenyum, bilang "Saya nggak apa-apa, mas" lalu naik motor lagi dan meluncur sambil tersenyum. Aneh? Iya, gue juga merasa aneh. Gue ngerasa jatuhnya gue tadi kayak sebuah jawaban. Jawaban untuk pertanyaan gue pagi harinya.

Pagi harinya, sebelum berangkat kerja, gue sempet nangis di pelukan mama, ngomongin jatuh cinta. Sabtu pagi yang mellow, ya? Jadi ceritranya gue sedang-entah-kenapa pengen ngepoin pria terakhir yang gue cintai, dan mendapati dia lagi seneng-senengnya pedekatean ama targetnya sejak lama. Gue curhat sama Mummy, dan bertanya "Kalau memang dia bukan buat aku, kenapa sih Mum, aku harus dipertemuan dengan dia?" Mummy nggak bisa jawab, cuman ngebelai rambut gue dan bilang; "Mungkin ujian. Kan kamu kuat?" kata Mummy pagi itu. Gue belum cukup puas dengan jawaban itu. akhirnya, selama seharian kerja, gue masih mempertanyakan hal itu. "Kenapa harus dipertemukan kalau akhirnya bukan untuk aku?"

#eeaa
 Terus apa hubungannya dengan tragedi jatuh dari motor? Ketika muka gue tersungkur ke aspal, otak gue langsung merekam satu masukan baru: Rem mendadak di perempatan yang basah dan licin itu bahaya dan bikin gue jatoh tergelincir. "Alhamdulillah ya Allah, aku belajar dari sini." itu yang gue pikirkan saat itu. Entah datang dari mana, akhirnya jawaban untuk pertanyaan gue di pagi hari terjawab: untuk belajar.

Gue jatuh empat kali dengan sebab yang berbeda; satu karena angkot di depan ngerem mendadak, dua karena stang gue nyangkut dengan pengendara lain yang berlawanan arah, tiga karena lubang di jalan nggak kelihatan, dan empat karena gue ngerem mendadak di jalanan yang licin. Setiap jatuh selalu punya pelajaran baru buat gue. Gue jadi tau kalau ngekor angkot itu bahaya, karena mereka suka ngerem ngedadak. Gue nggak pernah lagi ngekor angkot. Gue nggak lagi terlalu mepet ke kanan karena gue jadi tau, resiko stang nyangkut itu ada. Gue jadi tahu bahwa lubang di jalanan gelap itu bahaya. Dan gue jadi tu jalanan basah bikin gue tergelincir. Semua jatuh bikin gue belajar.

Begitupun jatuh cinta. Gue nggak bisa bertanya "buat apa sih gue ditemuin kalo akhirnya bukan dia?" karena jawabannya adalah: Untuk belajar. Gue jadi tau tipikal pria seperti dia tidak akan membicarakan apa yang dia rasakan. Dia hanya akan diam, dan tada! Boom. Begitupun dengan jatuh-jatuh cinta yang lain. Tipkal yang berbeda, personality yang berbeda, cara mencintai yang berbeda. Gue belajar. Gue belajar berbagai macam rasanya jatuh.

Gue pernah merasa iri dengan teman-teman yang bisa merasakan satu kali jatuh cinta, lalu menikah dengan orang yang sama. Mungkin ia tidak merasakan rasanya kehilangan? Mungkin ia tidak perlu belajar bagaimana rasanya jatuh? Tapi, setiap orang memiliki jalan yang berbeda. Beberapa harus jatuh untuk belajar. Dan dengan jatuh, aku tau bagaimana rasanya bangkit, aku tau bagaimana rasanya menikmati setiap rasa sakitnya.

Life is about learning everything.

Be Safe!

Minggu, Desember 29, 2013

How I love My Room

Mungkin berlebihan. Tapi gue cinta banget sama kamar gue. Banget. Setelah pindah kamar sampai 4x di dalam rumah yang sama, kamar yang sekarang adalah kamar yang paling gue cintai. Kamar pertama gue dari kecil cukup menyenangkan. Tapi hanya boleh dicat pink karena merah dianggap terlalu gelap (yup, gue tergila dengan warna merah sejak kecil) kamar kedua berwarna biru lembut tapi panas karena tak ada ventilasi. Kamar ketiga adalah kamar pertama yang akhirnya boleh di cat merah (ya, gue memaksa) dengan kombinasi pink 1:1 di tiap sisi. Tapi, kamar ketiga terlalu sempit. Gue gak punya meja kerja.

Kamar keempat dibuat dengan ngasih tembok tambahan. Jadi mulanya kamar gue bukan kamar. Dan perjuangannya ga mudah. Mummy bersikeras pengen bikinin kamar yang lebih besar, akhirnya sekitar 3 minggu para tukang, debu-debu, dan bau cat memenuhi rumah demi bikin my own private room ini. Setelah selesai, gue diberi kebebasan penuh untuk mengecat, mendandani, menempel, dan memaku apa saja pada dindingnya. Dan. Taraaamm!! Jadilah kamar merah gue ini. Lengkap dengan rak buku dan perpustakaan mini. Dan oh. Gue punya 2 papan tulis untuk menuliskan mimpi-mimpi gue. Juga styrofoam untuk menempel rencana-rencana. Dan gue punya meja kerja! Cukup untuk komputer jinjing dan sebuah printer setengah baya itu. :p Dindingnya gue penuhi foto untuk memenuhi sifat narcism gue. Ah, how I love my room.. ♥

Saking cintanya, gue sempat berfikir "gimana kalau gue nikah nanti? Gak sampai hati ninggalin ruangan ini" atau, "apakah suami gue nanti mau, kalau kamar kita nantinya berwana merah seperti ini?" Hahaha.

Jumat, Desember 27, 2013

2013 Highlight

Tahun 2012 lalu sebenarnya adalah tahun yang paling berwarna dalam hidup gue. Jatuh-bangun nyusun skripsi, kerja paruh waktu jadi guru, kemudian akhirnya sidang dan wisuda, mulai ngantor, pergi ke luar kota demi kerjaan, memulai bisnis, pokoknya "life start here" banget deh. Tapi sayang tahun lalu gue nggak sempet bikin ringkasannya.

Nah, tahun 2013 ini gue nggak mau kelupaan lagi untuk bikin highlights-nya.

Januari 2013
Setelah setengah mati mengejar kerjaan "kantoran", akhirnya tetap CLBK dengan kegiatan pendidikan. Dapet panggilan (lagi) dari sebuah lembaga bimbingan belajar yang sebelumnya sudah gue tolak. Beginilah kalau rejeki. Udah ditolak pun, selalu ada jalannya. Akhirnya meninggalkan posisi junior accountant demi jadi acoounting and economic teacher

Februari 2013
Pria paling spesial buat gue saat itu nambah tua. Ritual biasa, gue hanya bisa mengirimkan sesuatu untuk dia tanpa bisa hadir di dekatnya.

Maret 2013
Orang nomor satu  di hidup gue ulang tahun. Amih, akhirnya menginjak usia 54 tahun. Tapi gue belum bisa sepenuhnya membuat beliau bahagia. Sabar ya, mum?

April 2013
Mulai sibuk mempersiapkan adik-adik didik gue untuk menghadapi UN. Ini titik balik gue mengakui; "I really enjoy teaching. Being an educator is priceless"

Mei 2013
Finally got my new phone! I've got it on April, actually. Nggak nyangka si gadget mid-end ini membawa banyak perubahan dan momen dalam hidup gue. Tergabung dengan para android geeks dan punya banyak teman baru. Teman. Iya, teman. Gue berusaha sekuat hati untuk tetap disitu. Tapi ternyata gue fragile dan gampang kecantol pria tebar pesona -____________-

Juni 2013
Mulai liburan sekolah dan dikirim ke Bogor 4 hari 3 malam untuk pelatihan. Berkumpul dengan orang-orang berpendidikan tinggi dan berpengetahuan luas, benar-benar bikin gue merasa seperti kerdil. Banyak hal yang gue nggak ketahui tentang ekonomi; bidang yang seharusnya gue kuasai dan pahami. semangat belajar gue membuncah saat itu. BUKU! Gue harus banyak baca buku!!

Juli 2013
Dipanggil lagi untuk test dan wawancara di sebuah sekolah swasta. Punya dua tempat kerja, kenapa enggak? *challenge accepted*

Agustus 2013
Memulai hidup menjadi educator yang sebenarnya. Tiga hari kerja di sekolah, tiga hari kerja di bimbingan belajar, dan mulai serius menjalani bisnis les privat. Oya, bulan ini juga Ramadhan dan Idul Fitri. Rasanya ingin sekali mendekatkan diri kepada-Nya...

September 2013
Melakukan kesalahan yang sama, dan sangat terpuruk melihat betapa kecewanya dia atas kelakuan gue. I think thousands sorry never been enough. Disini, gue janji nggak bakal lagi semudah itu jatuh cinta. Cuma dia. Janji, CUMA DIA. Dan gue terseok-seok mengumpulkan kepercayaan dia yang sudah gue hancurkan sendiri. Berusaha menjalani semuanya supaya bisa seindah dulu. 

Oktober 2013
Akhirnya mencapai titik lelah dan dia bilang nggak bisa lagi :') All my fault. Oktober gue yang tahun lalu begitu penuh warna, sekarang penuh air mata. Dalam jangka waktu satu bulan, gue sepertinya sudah pantas dinobatkan sebagai cewek super cengeng sedunia.
 
November 2013
You never know how-and when-the miracle comes. Gue sangat percaya Allah telah menurunkan keajaibannya hingga pada akhirnya gue bisa bangkit lagi dari keterpurukan. Bertemu dengan malaikat-Nya yang mengingatkan gue untuk memperbaiki ibadah gue, mengingatkan gue untuk kembali menyusun mimpi yang sudah lama terabaikan. Pernah merasakan terjatuh, terpuruk dan terluka? Lo butuh waktu untuk menyembuhkannya? So do I, tapi malaikat ini mendorong gue untuk terus berlari. Nggak cuma bangkit dan menyembuhkan luka. And what I called it; someone who can make me rise and shine--and even run and jump--after i feel so broken? I called it miracle.
   
Desember 2013
I really am, ready for a new day! I've got my dream list, I've got my plans, I've got my friends and family. Chasing dreams is all that in my head and my heart now. And also Allah...  I've been so far from Him. I hope I can be a better moslem from now on. Amin. O:)

Senin, September 30, 2013

Falling in Love (again) with Crafting

Sejak SMP dulu, gue sangat senang dengan mading. Entah kenapa, gue suka aja gunting-gunting tempel-tempel dan gather information lalu menyampaikannya pada orang lain dengan cara yang fun. Bahkan saat lulus SMP dan hendak masuk SMA, hal pertama yang gue pertimbangkan saat memilih sekolah adalah: madingnya bagus nggak? :p

Alhamdulillah, setelah satu tahun jadi anggota mading di SMA dulu, gue sempat diamanahi untuk jadi Pimred (pimpinan redaksi), meski kerjaan tidak terlalu banyak karena mading sempat vakum saat itu. Sampai sekarang, jiwa "gunting-gunting tempel-tempel" ini masih menyeruak, minta dikeluarkan dari persembunyiannya. Alhamdulillahnya, sekarang gue ditakdirkan untuk bekerja di bidang pendidikan, dan hal ini secara tidak langsung memfasilitasi gue untuk nyoba crafting lagi. Gue bahkan dengan semangatnya menawarkan diri sebagai guru pembina ekstrakulikuler mading.. dan untuk beberapa minggu kedepan, gue sudah merencanakan sesuatu. And guess what, akhirnya gue ketemu lagi dengan kegiatan gunting-gunting tempel-tempel ini. Yaiyy! ^____^ )/

Senin, Juli 22, 2013

"I want to be a teacher"

Jadi, ini adalah postingan setelah sekian lama *banget* nggak ngepost disini.

Pada beberapa post sebelumnya, gue sempet galau ketika harus memilih antara "pendidikan" atau "manajemen bisnis", mengingat jurusan gue memang menunjang untuk kedua profesi tersebut. Setelah melewati rintangan, mendaki gunung dan lewati lembah, akhirnya gue memutuskan untuk mengabdi di bidang pendidikan.

Ya, gue jadi guru sekarang. *ehem* SAYA adalah seorang guru sekarang :p

Tidak pernah terpikirkan memang, ketika sekolah ataupun kuliah, ternyata gue bakal jadi seorang guru. Menjadi orang yang setiap hari manggung di depan kelas. Mengarahkan siswa, mengatur, memberitahu hal yang baik, menghukum saat siswa salah. Sama sekali tidak terpikirkan.

Tapi, menjadi guru ternyata lebih menyenangkan dibanding pekerjaan lain yang pernah gue jabanin. Coba, siapa yang nggak seneng ketika baru masuk kelas, 40 orang siswa memberi salam padamu? Atau ketika ketemu di jalan, dengan senyum manis mereka akan menyapamu, mencium tanganmu. Kamu adalah pribadi yang mereka gugu (sunda, artinya nurut) dan kamu adalah pribadi yang akan mereka tiru.

Belum pernah terbayang sebelumnya, ternyata melihat siswa yang dengan polosnya kegirangan dan bilang "yaiiy" pada saat kamu masuk kelas, bisa membuatmu tersenyum sendiri.

Terlepas dari betapa mulianya bekerja sebagai guru, ternyata menjadi guru itu menyenangkan! :D

Anyway.. entah sejak kapan, guru juga *ternyata* merupakan profesi paling favorit yang dicita-citakan oleh anak-anak. Setelah dokter, pilot, astronot, ternyata tidak sedikit yang juga punya cita-cita untuk jadi pendidik nantinya. Bahkan, satu siswa gue tadi menyatakan "Aku ingin jadi guru muda yang mengajar anak-anak yang tertinggal di pedalaman" itu adalah cita-cita paling mulia yang pernah gue dengar.. :')

Well.. ini baru langkah pertama menjadi seorang pendidik. Semoga kedepannya, gue bisa membantu mereka menggapai cita-citanya... amin o:)

Ps. Haruskah gue mulai mencoba mengganti kata tunjuk diri sendiri dengan "saya" di blog ini? :p

Kamis, April 18, 2013

New Soulmate <3

Hi!
It's been a veeery long time I'm not posting here on my blog, maybe it's because i have too lazy to open my lap for just write.
Anyway, i have a new soulmate that maybe can help me boost my mood to write again. Some people call it LeGo. It is a gadget, anyway. Not the lego that you usually use to play.
Its Special for me because It's my first time bought this thing with my own money.
I will write about the review soon. Just hope that i won't lose my mood anymore!

Cheers, LeGo new user ;P

Kamis, Desember 27, 2012

Antara Habibie-Ainun dan 5 cm

Jadi, awalnya gue ingin menulis review beberapa film yang baru gue tonton minggu-minggu ini, tapi sepertinya itu udah terlalu mainstream,(padahal bohong, padahal emang nggak bakat nulis review aja) jadi, gue mau menumpahkan pikiran random gue setelah nonton dua film Indonesia yang lagi booming di akhir tahun ini.

Iyup, 5 cm dan Habibie-Ainun.
Kedua film ini jelas berbeda namun punya beberapa kesamaan. 5 cm terinspirasi dari kisah nyata, sedangkan Habibie-Ainun diangkat dari kisah nyata. Dan--untuk mereka yang udah nonton dua-duanya--pasti nyadar kalo kedua film ini berusaha meninggalkan satu perasaan baru pada penontonnya: Rasa cinta akan tanah air.

5 cm punya cerita sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Persahabatan, skripsi, kebodoran hidup, dan lain-lain. Mereka menekankan bagian "Oh how I love Indonesia" hanya di bagian akhir, ketika mereka melihat keindahan Indonesia dari puncak gunung tertinggi di pulau jawa. Permainan bahasa yang digunakan dalam dialognya nampak terlalu nyastra hingga gue pikir, anak muda jaman sekarang nggak bakal menggunakan bahasa sepuitis itu dalam kehidupan sehari-hari. Itu pikiran sekilas gue aja, sih. Apabila film ini berusaha meningkatkan taraf kecintaan penontonnya akan tanah air Indonesia, sayangnya agak kurang ngena.

Berbeda dengan film Habibie-Ainun yang sebenarnya lebih bertujuan untuk menceritakan cinta sejati mantan presiden dan Alm istrinya, justru secara tidak sengaja film ini menyampaikan bagaimana Pak Habibie sangat mencintai negara ini. Keteguhannya akan janji untuk kembali ke Indonesia dan mengabdikan ilmunya di negeri ini tergambarkan dengan jelas, membuat gue kagum. Nggak banyak orang pintar yang bersiteguh bakal kembali ke tanah air untuk turut membantu kemajuan negara. 
"Masalah uang, royalti di sana (Jerman) pasti lebih besar, tapi tujuanku bukan itu"

Film ini membuat gue menambahkan daftar orang-orang hebat yang gue kagumi. Pada masa jaya Habibie, gue hanyalah anak ingusan (tapi imut) yang nggak terlalu ngerti politik dan nggak terlalu tahu seperti apa Pak Habibie ini. Tapi setelah nonton filmnya, rasanya banyak hal yang bisa dicontoh darinya.

Selain merupakan suami setia yang penuh kasih sayang, beliau juga merupakan pemimpin yang sangat bertanggung jawab. Bekerja dengan jujur, Habibie bahkan menolak untuk praktik kongkalikong sejak ia menjabat sebagai menteri. Indonesia perlu bersyukur pernah punya pemimpin setipe ini, namun sayangnya orang jujur di medan politik Indonesia jarang sekali bertahan lama.

Entah hanya gue atau semua orang akan merasakannya, film ini sedikit-banyak mendorong gue untuk dapat berbakti pada negeri seperti tulusnya Habibie pada Indonesia. Jika membandingkan kedua film dari sisi yang ini, tentu Habibie-Ainun bisa lebih menggetarkan hati dibanding film 5 cm. But really, good job for those two. ;)

Sabtu, Desember 15, 2012

Times Goes By

So, my office just shared a bunch of 2013 calendar to its relations, customers, and employees. This thing suddenly wakes me up that year 2012 is going to meet its end. And, ohlala! I'm getting older!
I think my life accelerates fast since I'm graduated. I start to think about careers, marriage, pregnancy, and  parenting. I start to wonder about how to make money, how to be a great wife, and how will i spend my future. So many things complicated in my mind. I really need to start my life.
In another new years before, i didn't have any resolution like some people did. I just go with the flow and hoping everything will going well. I think from now, i should have resolution myself. Reminds me to make a resolution list on the next post ;)
Btw, even that marriage thingy will not be in my 2013 resolution list (its too early!), but i still busy comparing one wedding organizer to another. LOL me, but i love to do this. Comparing wedding dresses, photographs, and food in every wedding reception is my new hobby :D

Environment Shock

Kalo denger kata cultural shock mungkin udah nggak aneh, ya... Itu adalah suatu keadaan dimana seseorang yang terbiasa dengan kebudayaan dalam suatu negara, mengalami shock ketika harus beradaptasi dengan budaya baru, di daerah lain.

Nah, kalo environment shock? Ini gue iseng-iseng aja nyebutin frase ini, untuk menggambarkan kondisi gue sekarang.

Yup, setelah dinyatakan lulus pada bulan juni lalu, gue akhirnya mendapatkan sebuah pekerjaan tetap. Karena sebelumnya gue adalah pengajar paruh waktu yang kerjaannya kesana-kemari, hujan-hujanan dan panas-panasan dari satu tempat ngajar ke tempat ngajar yang lain, mendapat pekerjaan tetap adalah suatu hal yang menyenangkan buat gue.Singkat cerita, diterimalah gue dalam suatu perusahaan di Bandung. Masih Bandung, loh? Masih satu kota dengan tempat gue lahir, tempat gue tinggal. Itulah kenapa nggak gue sebut culture shock, karena ya jelas jelas budayanya mah masih sama, atuh?

Jadi, apa yang membuat gue begitu shock dalam beradaptasi disini?

Awalnya, gue nggak terlalu aware faktor apa yang membuat gue sedikit lebih cepet bete di tempat kerja yang baru. Dan ternyata, setelah ngobrol dengan beberapa teman lama, sepertinya gue merindukan saat-saat dimana gue bisa curhat dengan teman sebaya, ngobrol hal-hal nggak penting seperti ngobrolin Justin Biber, ngecengin cowok bareng sambil ngepo-ngepoin facebook-nya, daan semua hal konyol yang biasa gue lakukan di bangu kuliah dulu.

"Lah, emangnya di kantor lo nggak bisa bersikap konyol, vi? Cuek aja, lagi"

Ummm, sepertinya tidak semudah itu. Sulit menemukan teman sebaya di kantor gue. Nggak ada, malah. Bahkan anak perawannyapun hanya gue seorang. Sisanya, newlywed, early pregnance mom, dan parents semua. Kan nggak mungkin juga gue melontarkan lelucon lelucon konyol semasa kuliah pada rekan kerja gue sekarang. Nggak lucu aja, kan kalo tiba-tiba nyeletuk nanya; "Bu, pernah ngupil pake sumpit nggak?" pada seorang wanita karir yang sudah beranak pinak?

And I have to deal with it!

Yap, beberapa orang bilang kalo ini ada sisi positifnya, yaitu bikin gue jadi lebih dewasa dan tahu pembicaraan-pembicaraan yang menyangkut rumah tangga. Tapi, terkadang gue nggak bisa se-enjoy itu... Gue udah terlalu terbiasa punya sahabat sebaya ketika kuliah, kemana-mana bareng dan sedikit-sedikit curhat. Akhirnya, gue memutuskan untuk selalu keep in touch dengan temen-temen sebaya gue di kampus. Kalau kalian ada yang merasakan hal yang sama dengan gue, ini tipsnya: Jadwalkan seminggu sekali ketemu temen sepermainan lo semasa kuliah atau sekolah. Pilih tempat yang lumayan sering dikunjungi semasa kuliah atau sekolah. And there you are, free to act like youre young again. Gue sudah melakukan cara ini, lucky me I have a bunch of good friends. Tapi kayaknya satu minggu sekali masih kurang... Gue jarang banget bisa ketemu The Sailor Gangs; Zakia, Nia, Meisya and Sri... My skripsi mates; Sandra, Luthfi, Indah, and all my classmate. I miss you, guys ;(

Rabu, Desember 12, 2012

Nakal

Jadi, kapan terakhir kali lo melakukan suatu hal yang nakal, tapi bikin lo excited? Seperti mengambil buah jambu di halaman tetangga, kemudian lari terbirit-birit sambil merasa excited. Sebenernya nggak terlalu peduli sama buah jambunya, all that you care is just how the way you feel. One more time: EXCITED


Secara random, gue tiba-tiba merasa bete dan jenuh. Awalnya gue nggak tau kenapa. Bahkan tanpa pikir panjang gue kirim pesan singkat ke Si Pacar yang isinya :

"Aku bete. Jenuh. Gatau kenapa. Pengen pergi ke suatu tempat yang bikin aku merasa muda lagi. Aku pengen nakal sehariiii aja."
Sayangnya, karena gue dan Si Pacar terpisah jarak, dia nggak bisa mengarahkan gue untuk jadi anak nakal yang positif. Dia sendiri bingung, nakal kayak gimana yang gue maksud disitu. Akhirnya, hari ini gue bikin janji dengan para sahabat gue; Dara, Apip dan Ewih. Gue mencurahkan segala ketidakjelasan mood gue akhir-akhir ini, yang tiba-tiba merasa ingin melakukan hal yang nakal. Secara sederhana, obrolan berkembang pada kenakalan jaman-jaman masih ingusan: naik-naik ke pohonnya tetangga, nyingkapin roknya cewek, mencet bel rumah orang terus kabur, dan sebagainya.

Ketika sedang membicarakan hal itu, mood gue sedikit demi sedikit membaik. Mungkin ini yang gue butuh; nakal-nakalnya anak ingusan. Mungkin gara-gara environment shock, dimana gue yang masih muda belia ini berkarier di tempat yang sebagian besar pegawainya sudah berkeluarga, (anak perawannya aja cuma gue doang) bagian kecil dari diri gue yang masih belia seolah berontak. Gue pengen deh sekali-sekali melakukan hal-hal konyol itu lagi. Terakhir kali, gue ngejailin orang-orang secara random tepat sehari sebelum sidang skripsi.

Jadi, ya... memang sepertinya untuk memperbaiki mood, melakukan kenakalan anak ingusan bisa jadi healing therapy untuk kalian yang suddenly feeling old. Seperti salah satu episode di kartun Spongebob, ketika Mr Krabs melakukan hal-hal konyol hanya untuk merasa kembali muda. Tapi, tentu nakal-nya harus dalam batasan tertentu, ya?

"Apakah kau merasakannya, Tuan Krabs?"

Selasa, Oktober 23, 2012

My New Phase of Life

So, one of my friends congrats me with this phrase: Congratulation for your new phase of your life, Vicky!

And yes, I realized that life is including some phases, and the young-adult-phase will start when you graduated from college.

So, in my October, I'm not only having my birthday surprises, but also my grad ceremony. My Blowup! friends gave me a surprising bday cake on that day, thanks guys!


This is just my first step in this new phase. My other close friends has already stepped to another steps; career, marriage and pregnancy. Whoops, i wish i can take the best step for every single phase. Ameen.

Kamis, Oktober 11, 2012

Midnight Attack!

So, today IS my day.. seperti yang telah gw bahas di tumblr gue, di bulan Oktober ini bakal ada banyak happiest moments dan saking banyaknya, gue jadi sedikit lupa dengan hari jadi gue sendiri.
Yup, ini pertama kalinya gw bangun di tengah malem sambil bertanya-tanya 'ngapain si pacar nelepon jam segini?'

Biasanya, sebelum angkat telepon, gw udh cengar cengir kesenengan duluan... ( ´ ▽ ` )ノ
Setelah si pacar nelepon, secara tidak sengaja Mummy gw pun terbangun. And guess what, she came to my room and sing Happy Birthday song, and bring two gift for me. ♥(ノ´∀`)
Kotak yang pertama gedeee banget sampe kertas kadonya ditambal-tambal. Kotak yang kedua kecil dan imut, dengan kertas kado stroberi. *nggak sempet difoto karena saking excitednya, gw langsung bongkar kadonya satu satu*

Daaaan, tadaaaa... inilah isi kedua kotak ajaib itu:


Kado kecil berbungkus kado corak stroberi ternyata dari Si Ganteng Kalem Kakak Gue Tercinta. Isinya adalah spion motor dan lampu motor. gw nggak nyangka kakak gue yang cuek itu ternyata mendengarkan setiap gue bilang "A, spion aku copot.." atau "A, kok lampu motor aku redup yah..." (*´▽`*)

Sedangkan kado gede *dibungkus dengan kardus teh sobo dan kertas kado biru-ditambal coklat* berisi jaket cantik berwarna merah buat naik motor. Dan nggak bisa gw sebutin sgemana cantiknya Si Jaket itu, cuz I love it too much! Benar-benar tipikal jaket yang gue pengenin.. O(≧∇≦)O
Yang paling gw suka dari kado-kado itu adalah filosofi yang kakak dan mummy gue tulis di kertas ucapannya. Masing-masing kado diselipin secarik kertas putih berisi doa dan filosofi kadonya masing-masing.

Kakak gue, (yang gue nggak nyangka bakal sepuitis itu) wrote:
"HAPPY BIRTHDAY NDIL (oke ini panggilan kecil gue, ga usah dibahas)
*kemudian beberapa baris doa diiringi tulisan AMIEN yang besar*
Dan, sekilas tentang kado ini, SPION ini lebih rendah dari spion yang kamu pake sekarang. Itu artinya, agar kamu jadi orang yang rendah hati dan tidak sombong. Fungsinya untuk melihat keadaan sekitar, artinya kamu harus menjaga sikap dan perkataan pada orang sekitar"
Gw agak sedikit bergetar bacanya, terharu. Apalagi, sehari kemaren gw sempet bikin kakak gue ngambek gara-gara omongan gue yang ceplas ceplos. Thank you, MasBroh.. can't say how much I love you... (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ)

Wanita terhebat sepanjang hidup gue, Mummy, wrote:
"HAPPY BIRTHDAY ANAKQU... *kemudian doa doa yang wajib diamini, terutama tentang jodoh* #eh.
Kado ini bukan sekedar pelindung di saat udara dingin, tspi ini kasih sayang Mummy yang selalu melindungi, mencintai, menyayangi sepanjang masa. Kalo ade lagi pake kado ini, anggap ade lagi di peluk Mummy, ya..." (´ω`) can't imagine segemana nyamannya seharian, dimana aja dan kapan aja bisa terus ngerasain pelukan Mummy.. Thanks, mum.. aku ga pernah berhenti bersyukur terlahir dari wanita sehebat Mummy.. (っ ̄³ ̄)っ ~♡

Well, i think thoose gift will really make my day. Meskipun sekarang masih dini hari, rasa bahagianya sudah memuncak... Thanks Mum, thanks Bro. And my bf Mr. Engineer far there in Cilegon, I love you all, for all my life. (´ε` )♡

Kamis, September 27, 2012

Tentang Mimpi

Siapa yang tak pernah merangkai mimpi?
Itu, mimpi yang ingin dicapai, bukan mimpi yang bunga tidur...
Impian, mungkin tepatnya.
Gue termasuk orang yang (ternyata) punya *terlalu* banyak mimpi. Ini juga baru gue sadari ketika chit-chat dengan si Pacar, membahas tentang cita-cita konyol semasa kecil.

Saat itu gue bertanya, "pernah punya impian apa, yang paling konyol, waktu kamu kecil?"
Well, he kinda an introvert person, mungkin dia nggak bisa bebas membicarakan impian konyolnya, atau emang dia nggak sekonyol gue walaupun sama-sama masih ingusan dulu.
Cita-cita *yang menurut dianya* konyol adalah ingin jadi pilot dan dokter. Klise, cita-cita umum hampir 90% anak kecil sedunia. Pas giliran gue yang nyerita, gue punya segudang impian:
Wartawan, biar bisa pergi keliling dunia dan masuk tipi
Penyiar radio, soalnya kelihatannya ghaoels gimanaaaa gitu
Penulis, karena gue punya blog (?)
Dosen, biar banyak duit dan intelek
Pramugari, biar bisa jalan-jalan pake pesawat dan punya pacar pilot :3
Sampe ke dokter ahli forensik, pertamanya karena ngerasa keren ama namanya dan sering disebut di berita (oke ini absurd banget)

Sampai pada usia SMA, seharusnya setiap orang punya map menuju pencapaian impiannya masing-masing. Impian yang hanya diingat atau dicurhatin, biasanya gampang hilang oleh waktu.

Ada baiknya setiap kali impian barumu pop-up di benakmu, ambil secarik kertas, tulis dan simpan di tempat yang aman, supaya suatu saat nanti kamu ingat dan terus berusaha mencapainya.

Ada sebuah kutipan dari realityshownya Agnes Monica dua hari lalu: Dream, Believe, and make it happend!

Selasa, Agustus 07, 2012

If I Published Part of My Diaries Here…

August 7th, 2012

Hari ini hari Selasa, sama seperti hari Selasa dua minggu yang lalu, jadwalku dipadatkan dengan mengajar sehari peuh di salah satu lembaga bimbingan belajar di Bandung.

Mengajar itu menyenangkan, memang. Terlebih saat aku sudah siap dengan materi dan bahan yang akan aku sampaikan dengan matang. Yang paling aku nantikan adalah melihat wajah dan ekspresi para siswaku menghadapi materi dan tes yang akan aku berikan kelak. Akankah mereka cemberut? Atau malah senang? Gemes? Bete? senyum-senyum sendiri? Atau malah tertawa terbahak-bahak?

Terkadang, menghadapi siswa yang rewel dan sulit diatur memang menjadi hambatan dalam menjalani pekerjaan seperti ini. Hampir sampai pada titik yakin, aku pernah berpikir untuk beralih profesi. Kebetulan, studi terakhirku cukup multifungsi: "Pendidikan Manajemen Bisnis”. Ketika sekelebat aku merasa lelah dan merasa cukup dalam mengaplikasikan bagian “Pendidikan”nya, aku seringkali berpikir untuk mulai menerapkan “Manajemen Bisnis”nya, terutama di bidang konsentrasi yang aku ambil; Manajemen Keuangan.

Pilihan itu menyeretku pada kemungkinan perubahan lingkungan kerja yang akan berbeda 100%. Perusahaan, bukan lembaga. Ruang kerja, bukan kelas. Komputer, bukan papan tulis. Klien, bukan murid. sebenarnya doesn’t matter sih.. Sesuatu yang baru dan tantangan yang segar selalu membuatku jatuh cinta.

Tapi, hari Selasa kali ini berbeda. Hari ini, salah satu siswa tahun ajaran kemarin datang berkunjung dan, dengan wajah berbinar, ia menceritakan hari-hari pertamanya sebagai mahasiswa di salah satu kampus terfavorit di Bandung. Ia diterima di kampus dan jurusan pilihan pertamanya melalui jalur SNMPTN. Pilihan pertama, loh! Mungkin terdengar sedikit exaggerate, tapi hal ini secara mengejutkan membuatku bahagia. Bagi para guru senior, pasti merasakan hal seperti ini adalah hal yang biasa. Mendengarkan anak didikannya dengan senang bercerita, dan titik puncaknya adalah ketika ia berkata “Berkat teh Vicky, nih!”. Sepertinya rasa bangga campur bahagia itu overload sampe nggak bisa ketampung lagi. Hehe..

Hingga saat ini, bisa dibilang aku ini masih jobseeker. Menunggu takdir menjawab apakah aku ditakdirkan meneruskan bagian “pendidikan” atau diberi kesempatan mengaplikasikan “manajemen bisnis”nya juga. Satu-satunya yang aku harapkan, dimanapun nanti aku meniti jalanku menuju masa depan, aku harap aku dapat merasakan lagi perasaan bangga dan bahagia yang overload itu untuk segala ketercapaian prestasiku. I just can pray that Allah will lead me to the best path for my future, my life, and my afterlife…amien..

Selasa, Juli 10, 2012

Life Starts Here

Semua orang pasti punya mimpi. Menuliskan mimpimu di secarik kertas dan menempelnya di dinding kamarmu merupakan salah satu cara memotivasi diri yang cukup efektif.




Itu adalah salah satu mimpi gw. Yap, graduation. Resolusi jangka pendek, memang. Dan Alhamdulillah, mimpi itu sudah terwujud.

Gw teringat kalimat yang diucapkann Rapunzel ketika dia hendak pergi mengejar mimpinya;
"Aku merasa takut. Karena sekarang aku berada disini, hampir menggapai mimpiku. Lalu apa?" dan Flynn menjawab "Itu bagus, mungkin kau bisa menyibukkan diri mencari mimpi yang lain"



Dan ya, gw merasakan hal itu. Setelah gw menggapai satu buah mimpi, gw merasa sedikit takut untuk merumuskan mimpi yang lain. Gw bisa saja merangkai beribu mimpi, tapi setiap mimpi yang berbeda tentu akan menggiring gw pada masa depan yang berbeda, kan? Apakah mimpi yang gw rumuskan ini adalah mimpi yang tepat?

Sebenarnya, beberapa kelulusan sudah pernah gw rasakan sebelumnya. Tapi, kelulusan-kelulusan yang dulu berbeda. Setelah lulus SD, masuk lagi ke bangku sekolah SMP. Lulus dari SMP, yang bikin galau cuma masalah milih SMA. Dan begitu terus sampai ketemu kelulusan yang satu ini. Nah, kelulusan yang inilah yang baru mengantar gw pada "the real life". Gw nggak lagi galau tentang milih sekolah, tapi gw digalaukan dengan memilih jalan hidup.

Usia 20an, memang sepertinya inilah usia dimana kehidupan yang sebenarnya dimulai. Beberapa teman gw ada yang memutuskan untuk menikah, ada yang mengejar beasiswa magister, atau bekerja di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Pilihannya lebih banyak dari hanya memilih sekolah.


Disinilah kehidupan yang sebenarnya dimulai, ketika labirin yang dijalani selama ini menemukan banyak persimpangan untuk dipilih. Dan gw, hanya bisa berdoa dan meminta petunjuk agar jalan yang gw pilih adalah yang terbaik...

Minggu, April 29, 2012

ABCDay Blog Competition!


Mahasiswa? Tinggal di Bandung atau sekitarnya? Punya blog? Hobi menulis? Ayo ikut lomba menulis artikel yang diselenggarakan oleh komunitas Blogger Warga UPI (BlowUP!) dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional.

Tema: “Sadar Pendidikan Melalu Social Media“

Hadiah:
Juara 1
- Uang tunai Rp750.000,00.
- Trophy
- Piagam
Juara 2
- Uang tunai Rp500.000,00.
- Trophy
- Piagam
Juara 3
- Uang tunai Rp250.000,00.
- Trophy
- Piagam
Juara favorit
- Piagam
Ketentuan:
  1. Peserta adalah mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa undergraduate (maks. S1) aktif di PT di kota Bandung dan sekitarnya.
  2. Periode penulisan blog post sekaligus pendaftaran adalah tanggal 15 April 2012 pukul 00.00 WIB hingga 15 Mei 2012 pukul 23.59.
  3. Tulisan merupakan karya asli dan belum pernah diterbitkan sebelumnya, baik dalam media cetak maupun internet.
  4. Panjang tulisan antara 300 – 600 kata.
  5. Penulisan tidak harus menggunakan bahasa baku, tapi tetap harus sesuai kriteria.
  6. Peserta boleh menambahkan gambar yang relevan dalam postingannya.
  7. Jika mengutip dari sumber tertentu, maka cantumkan sumbernya di bawah posting.
  8. Peserta wajib mencantumkan tag/label “Lomba Blog ABCDay BlowUp! 2012″ pada postingannya.
  9. Platform blog yang dikompetisikan bebas.
  10. Postingan tidak boleh menyinggung SARA.
  11. Kriteria penilaian terlampir.
  12. Sepuluh orang terpilih akan diminta untuk mempresentasikan artikel dan blog-nya di hadapan juri, untuk kemudian ditentukan juara 1, 2, dan 3.
  13. Pelaksanaan presentasi dan pengumuman juara adalah pada acara puncak ABCDay 2012 tanggal 26 Mei 2012.
Kriteria Penilaian:
  • Tata bahasa (penggunaan tanda baca, dsb)
  • Isi artikel-konten dan korelasinya dengan tema
  • Desain dan Interface (tampilan dan kecepatan akses)
  • Performance ketika presentasi. Mempresentasikan Blog secara keseluruhan. (dipilih 10 orang nominasi, presentasi pada hari H. Max 5 mnt)
Cara Pendaftaran :
  1. Download Formulir Pendaftaran di sini
  2. Setelah mengisi formulir, kirim formulir melalui email dengan menuliskan Subjek : Nama_Universitas_LOMBA BLOG ABCDay 2012. kirim ke abcday@blowupi.info
  3. Peserta harus memasang banner lomba di sidebar blog-nya (bukan dalam postingan). download code banner
  4. Peserta harus follow akun twitter BlowUP!
  5. Biaya Lomba dikenakan sebesar Rp.15.000. Peserta Lomba Blog yang sudah mendaftar secara resmi akan mendapat Tiket Gratis Seminar ABCDay 2012 yang infonya menyusul
  6. Biaya Lomba bisa di transfer melalui Rekening: BNI Syariah 0230121954 A.N. Mohamad Zaenuri Arif
  7. Harap konfirmasi pengiriman formulir dan uang pendaftaran dengan cara mention ke @blowupUPI atau sms ke nomor 085224737336
  8. Anda juga bisa mendaftarkan diri langsung dengan datang ke Disman Samudra, KOPMA UPI (samping BNI UPI)  membawa hasil print formulir pendaftaran dan uang pendaftaran. No. Kontak 08997899879.
  9. Pendaftaran secara langsung dibuka selama hari kerja, Senin-Jumat pukul 08.00-16.00
  10. Jika ada masalah dalam proses pendaftaran, hubungi nomor kontak diatas atau email ke abcday@blowupi.info atau bisa mention ke akun twitter kami @blowupUPI

Selasa, April 03, 2012

Karimunjawa Trip

DSC00555Terkahir kali ke pantai, itu adalah ketika gue baru lulus SMA dan belom resmi jadi mahasiswa. Yep, sekita 4 tahunan yang lalu. Gue bukan tipe gadis yang sering pergi main untuk sekedar senang-senang, mengingat banyak hal yang harus gue kerjakan di Bandung. Sampai akhirnya, program studi gue di kampus menambahkan embel-embel “studi” pada rencan tour ke suatu pulau yang akrab disebut Karimun Jawa.

Embel-embel “studi” itu berhasil menanamkan kata “wajib ikut” untuk setiap mahasiswa program studi gue, Pendidikan Manajemen Bisnis. Well, apa boleh buat. Gue pun membocorkan pundi-pundi tabungan dan memohon pada orangtua untuk bisa ikut acara ini.


Uang dengan jumlah enam digit nggak gampang dikeluarin untuk gue sebenernya. Tapi ternyata, empat hari off dari Bandung ini nggak bikin gue nyesel mengeluarkan sejumlah uang. Satu hari penuh untuk berangkat menuju karimun jawa, dua hari penuh untuk main kelilling pulau, snorkling, dan main-main dengan ikan, dan satu hari untuk perjalanan pulang yang penuh dengan ketiduran ke Bandung itu sangat worthed dan meninggalkan banyak kesan.
DSC00500
Karimunjawa, yang sebelumnya gue sempet confused dengan pulau karimun yang ada di daerah pulau Sumatera, bisa disebut Hawaiinya Indonesia. Letaknya ada di antara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan. Dari Jepara, perlu waktu 6 jam untuk sampai di pelabuhan Karimunjawa dengan kapal biasa, atau pilih dengan kapal cepat yang cuma makan waktu 2 jam untuk nyebrang.
DSC00446
wajah-wajah mahasiswa capek setelah terombang-ambing selama dua jam
6 Jam? Selama itu? Yep, karena posisinya cukup jauh dari Pulau Jawa. Mungkin karena posisinya yang cukup jauh inilah, daerah Karimunjawa bisa dibilang masih sangat tradisional dan belum banyak berkembang. Beda dengan Bali yang punya banyak pusat belanja baik oleh-oleh atau makanan, Karimunjawa cuma punya satu pasar tradisional dan sejajar pertokoan yang menjual oleh-oleh seadanya. Bahkan untuk menemukan listrikpun, gue harus nunggu jam 6 sore karena listrik cuma tersedia dari pukul 6 sore sampe pukul 6 pagi besoknya.
Tapi, ketradisionalan itu punya banyak sisi positif. Para penghuni lokalnya ramah. Amat sangat, super duper ekstra ramah. Mereka adalah suku Jawa dengan logat Jawa yang kental, lengkap dengan kesopanan dan etikanya yang bikin turis-turis pada kagum. Nggak cuma ramah, mereka juga tidak sekomersial warga pantai pada umumnya.
DSC00453
mereka punya kebiasaan unik: ninggalin kunci motor tetep ngegantung. Sepertinya nggak pernah ada maling disini
Kenapa gue bilang warga pantai komersial? Karena gue pernah ngalamin harus bayar cuma gara-gara ikut duduk di Pangandaran, males jajan di Anyer karena harganya nggak sopan, dan ngerogoh kocek dalem-dalem cuma demi nyewa motor atau sepeda di Bali. Berbeda dengan mereka, para warga Karimunjawa jauh dari kata komersialis. Setiap pemilik penginapan rata-rata punya satu motor atau sepeda. Dan mereka, dengan ramah dan tanpa penuh curiga, seringkali meminjamkan motor atau sepedanya pada para turis yang menginap di penginapannya. Tanpa pasang harga, dan menawarkan dengan senyum ramah! Oh, how I love Indonesians…
DSC00531
foto di atas kapal nggak usah bayar :P

Ngomong-ngomong tentang penginapan, gue belom liat hotel berbintang di Karimunjawa. Kebanyakan berupa homestay yang menyerupai kos-kosan, atau malah beberapa rumah warga yang punya banyak kamar yang akhirnya disewakan untuk turis. Café yang ada di pulau ini juga cuma ada dua, tapi nggak nanggung-nanggung, cafenya cozy banget dengan view laut, dan harga yang masih bisa dimaklum karena satuannya masih rupiah.

Tentang keindahan alamnya, nggak perlu ditanya lagi. Karena nggak banyak gedung-gedung tinggi, gue bisa liat perbatasan antara laut dan langit dimana aja. Mau mendokumentasikan sang surya baru nongol di pagi hari atau mulai ngumpet di malam hari, tinggal pilih mau liat dari pulau yang mana. semuanya punya superperfect view.
Pemandangan underwaternya jempolan abis. Snorkling dan diving adalah pilihan yang tepat untuk menikmati ciptaan tuhan yang ada di bawah air ini. Airnyapun jernih, bening sebening hatiku…

DSC00529
sandra, Meisya dan Debby. Gue? Yang motonya... T_T
Bisa dibilang, Karimunjawa adalah perfect runaway buat mereka yang udah penat dengan kesumpekan kota. Buat kalian yang belum pernah, masukkan pulau ini pada wishlist kalian untuk dikunjungi. Gue jamin nggak bakal nyesel. Dan buat gue yang udah pernahpun, gue masih akan masukan pulau ini sebagai destinasi honeymoon gue ntarnya. #eh
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...