Mahasiswa? Tinggal di Bandung atau sekitarnya? Punya blog? Hobi menulis?
Ayo ikut lomba menulis artikel yang diselenggarakan oleh komunitas
Blogger Warga UPI (BlowUP!) dalam rangka menyambut Hari Pendidikan
Nasional.
Tema: “Sadar Pendidikan Melalu Social Media“
Hadiah:
Juara 1
- Uang tunai Rp750.000,00.
- Trophy
- Piagam
Juara 2
- Uang tunai Rp500.000,00.
- Trophy
- Piagam
Juara 3
- Uang tunai Rp250.000,00.
- Trophy
- Piagam
Juara favorit
- Piagam
Ketentuan:
Peserta adalah mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa
undergraduate (maks. S1) aktif di PT di kota Bandung dan sekitarnya.
Periode penulisan blog post sekaligus pendaftaran adalah tanggal 15 April 2012 pukul 00.00 WIB hingga 15 Mei 2012 pukul 23.59.
Tulisan merupakan karya asli dan belum pernah diterbitkan sebelumnya, baik dalam media cetak maupun internet.
Panjang tulisan antara 300 – 600 kata.
Penulisan tidak harus menggunakan bahasa baku, tapi tetap harus sesuai kriteria.
Peserta boleh menambahkan gambar yang relevan dalam postingannya.
Jika mengutip dari sumber tertentu, maka cantumkan sumbernya di bawah posting.
Peserta wajib mencantumkan tag/label “Lomba Blog ABCDay BlowUp! 2012″ pada postingannya.
Platform blog yang dikompetisikan bebas.
Postingan tidak boleh menyinggung SARA.
Kriteria penilaian terlampir.
Sepuluh orang terpilih akan diminta untuk mempresentasikan artikel
dan blog-nya di hadapan juri, untuk kemudian ditentukan juara 1, 2, dan
3.
Pelaksanaan presentasi dan pengumuman juara adalah pada acara puncak ABCDay 2012 tanggal 26 Mei 2012.
Kriteria Penilaian:
Tata bahasa (penggunaan tanda baca, dsb)
Isi artikel-konten dan korelasinya dengan tema
Desain dan Interface (tampilan dan kecepatan akses)
Performance ketika presentasi. Mempresentasikan Blog secara
keseluruhan. (dipilih 10 orang nominasi, presentasi pada hari H. Max 5
mnt)
Setelah mengisi formulir, kirim formulir melalui email dengan
menuliskan Subjek : Nama_Universitas_LOMBA BLOG ABCDay 2012. kirim ke
abcday@blowupi.info
Peserta harus memasang banner lomba di sidebar blog-nya (bukan dalam postingan). download code banner
Peserta harus follow akun twitter BlowUP!
Biaya Lomba dikenakan sebesar Rp.15.000. Peserta Lomba Blog yang
sudah mendaftar secara resmi akan mendapat Tiket Gratis Seminar ABCDay
2012 yang infonya menyusul
Biaya Lomba bisa di transfer melalui Rekening: BNI Syariah 0230121954 A.N. Mohamad Zaenuri Arif
Harap konfirmasi pengiriman formulir dan uang pendaftaran dengan cara mention ke @blowupUPI atau sms ke nomor 085224737336
Anda juga bisa mendaftarkan diri langsung dengan datang ke Disman
Samudra, KOPMA UPI (samping BNI UPI) membawa hasil print formulir
pendaftaran dan uang pendaftaran. No. Kontak 08997899879.
Pendaftaran secara langsung dibuka selama hari kerja, Senin-Jumat pukul 08.00-16.00
Jika ada masalah dalam proses pendaftaran, hubungi nomor kontak
diatas atau email ke abcday@blowupi.info atau bisa mention ke akun
twitter kami @blowupUPI
Haiiyaah, readers!Woo, gue hampir mati begitu nengok blog gue yang hampir membuluk, dengan postingan terakhirya yang ditulis bulan Agustus. Can't believe I spent September without any post!
Pardon my lazyness, guys..
Eniwey, sebenernya gue bukannya males ngeblog sih... Blogging is my life lah, saat gue ngelewatin dua minggu tanpa ngeblog itu, rasanya seperti numpuk ide di otak tanpa dituangkan ke media apapun. Tapi, apa boleh dikata, gue kehabisan waktu untuk bisa berkonsentrasi dan menulis..T___T
Yap, I'm going more and more busy this moths. Setelah menjalani KKN di kaki gunung, gue menjalani kewajiban mahasiswa akhir lainnya, yaitu: PPL!
Untuk mahasiswa yang ngambil jurusan pendidikan kayak gue, PPL dilakukan setelah KKN dan sebelum penyusunan skripsi. Dan, yang gue lakukan adalah, practice to be a teacher!
Menjalani minggu-minggu awal di sekolah sebagai pengajar-dan-bukannya-pelajar-lagi, gue akui gue sedikit stressed. That's why gue sangat menyetujui kalimat "HORMATILAH GURUMU, nak..." karena ternyata perjuangan seorang guru itu tidak mudah. Gue terbelit berbagai tugas sampai kehilangan waktu buat blogging. But it's ok, in the end of October finally I have my break times. Seenggaknya gue bisa duduk disini, di depan laptop gue dan kangen-kangenan sama Popo, laptop gue tercinta.
Ok then, after a long time hiatus, i think you'll ready for a long post, Ms. Blog.. I will wrote a whole my October story in one post. Click read more, readers. :D
Entah kenapa, gue suka banget sama tagline blogilicious ini. Bener banget, ngeblog itu delicious and you should taste it!
"Blogilicious van Bandung? apaan tuh? Makanan?"
Bukaaan! Blogilicious van Bandung itu sebuah Roadblog yang diadain oleh idblognetwork sebagai sarana silaturahmi dan ajang berbagi ilmu seputar dunia blogging.
Pernah nonton Wall-E, Film keluaran Pixar Animation pada tahun 2008 lalu?
Film ini seolah menyadarkan kita mengenai kondisi bumi kalau kita nggak peduli lagi sama planet tercinta ini. Ceritanya di tahun 2110, manusia menguasai kemajuan teknologi yang edan-edanan canggihnya. Mereka membangun gedung-gedung tinggi di semua lapak tanah. Tapi sayangnya, para manusia lupa sama kodrat alamnya: bahwa bumi butuh tumbuhan, hutan, dan tempat bersih tanpa polusi. Tumbuhan jadi benda yang sangat langka, dan pohon besar nggak ada sama sekali. Sedangkan jumlah sampah terus bertambah dan menumpuk dimana-mana.
Hal ini membuat bumi menjadi tempat yang berbaya karena kadar racunnya tinggi. Tak seorang manusiapun bisa bertahan hidup di bumi. Alhasil, para manusia harus mengungsi ke luar angkasa dan tinggal dengan teknologi canggih yang sangat monoton. Mereka merindukan kehidupan alami di bumi.
Cerita fiksi ini mungkin aja terjadi di kehidupan nyata kita nanti, loh. Beberapa diantaranya bahkan sudah terjadi tepat di depan mata kita. Tingkat polusi makin tinggi, sampai-sampai ada beberapa bagian bumi yang berbahaya untuk ditinggali karena eksploitasi yang berlebihan. Sampah makin menggunung dimana-mana, nambah kadar racun di udara, perairan juga di daratan. Tanaman, si sahabat hijau yang bisa mengurangi racun di udara, malah jumlahnya makin bikin hati miris. Hutan semakin menciut. Apakah suatu saat nanti, kita juga bakal ‘dimusuhi’ oleh bumi sampe-sampe kita harus ngungsi ke luar angkasa? Wuih, jangan sampai deh.. >.<
Mumpung kehidupan kita belum seburuk dalam cerita fiksi itu, yuk kita mulai revolusi hijau kecil-kecilan mulai dari diri kita sendiri. Have no idea with what should we do? Gue bakal share hal-hal kecil apa saja yang udah gue lakuin, dan bisa terus kita lakuin bersama demi kelangsungan hidup bumi kita tercinta ini.
“Keselamatan dijalan tidak hanya tergantung pada kewaspadaan
dan kehati-hatian, tapi juga KESOPANAN.”
Quote diatas gue simpulkan sendiri setelah mengalami
asam-garam menjalani kehidupan di jalanan (kesannya gue anak jalanan, ya?)
sebagai pengendara motor alias woman motorider. Berdasarkan pengalaman gue,
nggak jarang ada Riders yang ngamuk-ngamuk dan marah sama pengendara kendaraan
umum cuma gara-gara kecelakaan kecil seperti nyerempet, nyenggol, dan
lain-lain. Safety riding nggak cuma menghindari kecelakaan, tapi juga menghindari "adu urat" dijalanan, kan?
Untuk dapat menghindari hal-hal seperti itu, kita perlu bertoleransi
dengan mereka, para pengendara kendaraan umum. Pssst, mereka masing-masing
punya kebiasaan dan ‘adat’ masing-masing.
Perjalanan hidup itu selalu mengalami turun-naik. Sesaat
kita akan mendaki gunung yang tinggi untuk mencapai puncak, dan turun melewati
lembah kehidupan. Begitupun perjalanan hidup yang dilalui oleh dunia bisnis
Indonesia.
Andai Si Bisnis Indonesia ini bisa Menulis Autobiografinya
sendiri, seperti apa ya, mimik wajahnya saat menuangkan kisahnya sendiri
kedalam kata-kata? Apakah ia menangis? Atau tersenyum, terkikik geli mungkin?
Atau sedikit cemberut, mengingat masa lalunya yang sempat suram?
Pasalnya, Perkembangan bisnis di Indonesia cukup mengalami
jatuh-bangun, (kalo kata Meggy Z sih.) dan cukup banyak makan asam-garam (kalo
kata pepatah..)
Problematika kehidupan bisnis di Indonesia dimulai dari
terpuruknya dunia bisnis sejak krisis moneter di jaman Orde Baru dulu. Saat
itu, perbisnisan di Indonesia mengalami masa yang sangat sulit. Tingkat inflasi
yang tinggi menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar, PHK merajalela, dan
bertambahnya pengangguran. Masalah-masalah itu secara tidak langsung juga
menyebabkan bertambahnya angka kriminalitas di Indonesia.
Namun, setelah meletusnya reformasi dan kemudian diadakan
pemilu di tahun 1999, masyarakat Indonesia, khususnya para pebisnis Indonesia
mulai menaruh harapan pada pemerintahan baru. Orang-orang baru di politik,
peraturan baru, manajemen yang baru, dan kebijakan pasar yang baru. Siapa tahu
segala sesuatu yang baru itu dapat menunjang bisnis Indonesia untuk lebih maju
lagi?
Dan ternyata benar. Harapan yang ditaruh pada pemerintahan
yang baru tidak sia-sia. Sejak tahun 2000, keadaan Indonesia semakin merangkak
naik. Meskipun sedikit demi sedikit dan terlalu berhati-hati, namun dampaknya
sangat terasa di dunia perbisnisan. Hal ini dibuktikan dengan hasil survey
salah satu lembaga keuangan di Indonesia, bahwa sejak tahun 2000 optimisme para
pebisnis, khususnya pebisnis UMKM (Usaha Kecil, menengah, dan mikro) terus
meningkat. Beberapa dari mereka dengan optimis berkata bahwa mereka ingin
menambah modalnya, tanpa merasa takut mengalami rugi seperti saat krisis dulu
atau tidak.
Optimisme berbisnis ini merambat pada para pebisnis muda. Sekitar tahun 2002 anak-anak muda yang berjiwa bisnis mulai memenuhi pinggiran jalan besar dengan berbagai macam distro, butik, dan
sebagainya. Bisnis waralaba juga ikut menjamur. Terutama waralaba di bidang
retailing. Lihat saja, di jalan-jalan utama perumahan sekalipun, toko pengecer
(retail) tersebar dengan luas. Terutama di kota-kota besar seperti Bandung,
bahkan di satu daerah yang sama, kita bisa menemukan dua sampai tiga toko
retail yang berbeda.
Salah satu toko retail yang mulai menjamur di seluruh penjuru kota
Tahun berganti tahun, semangat para pebisnis yang menggebu
ini mulai mengantarkan Indonesia menembus pasar Internasional. Tidak sedikit
pengrajin kerajinan tangan (handcraft) yang menjual hasil karyanya ke luar
negeri. Tidak hanya hasil kerajinan tangan saja, tapi juga hasil perkebunan
seperti sawit, dan sebagainya. Hilangnya batas antar negara dalam era
globalisasi bisnis ini juga terbukti saat mulai banyaknya investor asing yang
mulai ‘naksir’ dunia bisnis di Indonesia. Dari tahun ke tahun, Indonesia seolah
bisa mengembalikan kepercayaan para investor asing untuk mau menanamkan
modalnya di Indonesia.
Perkembangan bisnis Indonesia ternyata tak hanya berkembang
di dunia nyata saja. Dunia maya (sering kita sebut dunia online) juga menjadi
salah satu jalan bagi bisnis Indonesia untuk terus berkembang. Dengan adanya kecanggihan teknologi di bidang internet yang
mulai merebak di tahun 2006, peluang bisnis baru berbasis Internet mulai
berkembang. Peluang bisnis ini memungkinkan bagi kita untuk mengais
recehan-recehan melalui system Paid per click, paid to review, dan lain
sebagainya. Para pecinta bisnis multilevel pun seolah diberi fasilitas untuk
mencari downline dengan menggunakan internet. Jejaring sosial seperti Facebook
mulai digunakan untuk mempromosikan barang dagangan. Menawarkan dagangan anda
pada orang yang asing sekalipun sangat memungkinkan apabila dilakukan di dunia
maya. Blog, yang semakin hari semakin diminati, juga dapat digunakan sebagai
fasilitas berbisnis. Baik dengan memasang iklan seperti google Adsense, atau
dengan sengaja membuat sebuah blog khusus yang berisi promosi dan informasi
barang-barang dagangan.
Tidak terbatas pada penjualan barang barang yang real,
bisnis online juga bahkan merambah pada kalangan pecinta game online. Pada game
poker Zynga misalnya, beberapa orang memiliki ide untuk menukar chip (alat
tukar pada game tersebut) dengan mata uang rupiah atau dollar.
Zynga Poker, salah satu game yang membuka peluang bisnis online
Tak hanya itu,
tidak sedikit juga game-game online lain yang membuka kesempatan bagi para
gamers untuk berubah profesi menjadi pebisnis. Penjualan character yang telah
memiliki level tinggi juga ternyata memiliki banyak peminat.
Semakin berkembangnya dunia bisnis di Indonesia baik di
dunia nyata maupun di dunia maya membuat para pebisnis membutuhkan sesuatu yang
baru. Sesuatu yang dapat memfasilitasi para pebisnis untuk saling bertukar informasi,
berdiskusi, dan saling menawarkan dagangan atau bisnis-bisnisnya. Beruntung
kita hidup di era yang serba mudah seperti tahun 2010 sekarang ini.
Pasalnya,Indonesia baru saja memiliki sebuah situs jejaring sosial yang mengkhususkan
keanggotaannya bagi para pebisnis. Dengan konsep yang mirip dengan Facebook,
Frigz.com memudahkan para pebisnis utuk dapat saling kenal dan berinteraksi
lewat dunia maya. Bahkan, Frigz.com menyediakan fasilitas forum, untuk saling
berbagi pikiran dan share ilmu dengan sesama pebisnis lainnya. Kelebihan
Frigz.com yang lain adalah tersedianya iklan baris yang memungkinkan kita
mempromosikan barang dagangan atau bisnis kita lewat dunia maya. Munculnya
situs jejaring sosial untuk pebisnis ini mengindikasikan satu langkah lagi
kemajuan dunia bisnis di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Ikuti semua geliat bisnis Indonesia dengan join di Frigz.com!
Pasti kalian sudah nggak asing lagi denger namanya. Sejak Ibu dua anak ini dituntut gara-gara tulisannya yang tersebar di dunia maya, namanya sering disebut di berbagai media.
Kasus ibu Prita ini menguak berbagai sisi yang mulanya tak terlihat dalam diri bangsa Indonesia.
Salah satunya adalah tidak konsistennya hukum di negara ini.
Prita dituntut karena dianggap mencemarkan nama baik, namun di satu sisi Prita juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya. Cukup membingungkan, ya?
Selain itu, dituntutnya Prita ke meja hijau dianggap merupakan tuntutan yang tidak memikirkan hati nurani.
Padahal apabila dilihat dari kejadian yang menimpanya, Ibu Prita-lah yang seharusnya mendapat pembelaan karena telah diperlakukan kurang baik oleh salah satu Rumah Sakit Internasional yang ia keluhkan itu.
Bagi kalian yang belum tahu masalahnya, kalian dapat membacanya disini;
Spoiler for Surat Ibu Prita:
Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
0815131xxxxx
Dari tulisan Ibu Prita ini, kita dapat menyimpulkan memang seharusnya Prita yang dibela karena mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengn standar RS Internasional. Tapi kenyataannya, Prita malah dituntut, bahkan sampai dipenjara karena dituduh mencemarkan nama baik. Nahloh, jadi sebenarnya mana Undang undang yang berlaku dalam kasus ini? HAM, atau pencemaran nama baik?
Cukup bingung memang kalau kita berbicara tentang hukum. Keambiguan hukum memang sering terjadi, tidak hanya dalam kasus Prita Mulyasari ini saja.
Namun, dibalik kekeliruan hukum tersebut, kasus ini juga mengandung salah satu kisah TERBAIK yang patut kita banggakan.
Kasus Prita ini telah menyentuh hati sebagian besar bangsa Indonesia.Bayangkan, ribuan bahkan jutaan masyarakat Indonesia yang sebelumnya bahkan tidak mengenal Prita, rela melakukan berbagai hal untuk mendukung Ibu Prita agar ia mendapat keadilan dan dibebaskan.
Dukungan dimulai dari Facebook, baik penggunaan group ataupun aplikasi causes.
Prita dianggap telah mencemarkan nama baik Rumah Sakit Internasional tersebut dan dituntut untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 204.000.000 (dua ratus empat juta rupiah).
Kesolidaritasan bangsa Indonesia semakin terlihat saat tuntutan itu diketahui publik. Para blogger, aktivis internet, mahasiswa, guru, dan berbagai masyarakat dari berbagai profesi bersatu menggalang dana untuk aksi solidaritas bagi Ibu Prita.
Inilah yang dapat kita banggakan dalam kasus ini. Kebhineka tunggal Ika-an negara ini sangat terlihat dari respons masyarakat untuk membantu seorang Ibu rumah tangga sederhana yang awalnya tidak dikenal sekalipun.
Aksi solidaritas dilakukan dengan mengumpulkan koin untuk Ibu Prita. Hingga saat ini, pengmpulan koin telah dipastikan melewati 600 juta rupiah. Koin-koin yang dikumpulkanpun berbagai macam. Memang kebanyakan berupa koin Rp 200 dan Rp 500, namun ada juga yangmemberikan Koin Rp 5 dan Rp 1, hingga koin dingdong dan koin berlubang.
Pengumpulan koin ini mungkin terlihat mudah, namun ternyata tidak. Butuh keikhlasan dan pengorbanan untuk mengumpulkan koin-koin peduli ini.
Salah satu keantusiasan masyarakat untuk membantu prita tercermin dari kisah yang satu ini:
Spoiler for Kisah Ibu Pengantar Koin:
Dewi Sumiyati, seorang Ibu yang berprofesi sebagai Sekertaris Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) harus menempuh empat jam perjalanan demi mengantarkan sekantung koin untuk aksi solidaritas bagi Ibu Prita Mulyasari.
Uang yang ia bawa tak seberapa, hanya sebesar Rp 82.000 saja. Namun karena sifatnya yang amanah pada apa yang telah dipercayakan padanya, ia rela menempuh perjalanan panjang untuk mengantarkan koin tersebut ke posko pengumpulan koin untuk Prita.
Sayangnya, Ibu Dewi ini harus menempuh perjalanan yang lebih panjang, karena ia tersesat tidak mengathui jalan menuju Posko tersebut. Namun, usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil mengantarkan sekantung koin tersebut setelah menempuh empat jam perjalanan dan menghabiskan ongkos sebesar Rp 27.000. "Hitung-hitung amal," Katanya.
Usut punya usut, dalam sekantung uang yang dibawa oleh Ibu Dewi tersebut, terdapat sebuah celengan bermotif kartun milik anaknya. Buah hati Ibu Dewi itu ternyata sedang mengumpulkan uang untuk membeli sebuah telepon genggam. Namun, Ibu Dewi mengajarkan solidaritas pada anaknya, hingga anaknyapun dengan ikhlas merelakan tabungannya untuk disumbangkan pada Ibu Prita.
"Nanti juga ada lagi rejekinya," ucap Ibu bijaksana itu pada anaknya.
Dari kisah tersebut, sungguh jelas kita melihat adanya kepedulian seorang masyarakan Indonesia pada seorang masyarakat lain yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya. Bahkan ia mengajarkan pada anaknya untuk dapat bersolidaritas kepada sesama, tak perlu memandang apakah orangtersebut adalah orang yang kita kenal atau tidak.
Kekayaan moral inilah yang perlu ditumbuh kembangkan pada diri bangsa kita. Kita masih memiliki harta yang tidak kalah berharga dengan harta nyata lainnya, yaituHATI NURANI. Kebersatuan masyarakat Indonesia ini dapat juga dijadikan sebagai salah satu kebanggan pada negeri kita ini, Indonesia.
i putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia."
-Sumpah Pemuda versi Ejaan yang Disempurnakan-
Pernyataan diatas tentu udah sering kalian dengar, terutama pada hari SUMPAH PEMUDA. Namun, pernahkan kamu mendengar pernyataan bahwa "kami putra puti Indonesia, MENGAKU BANGGA PADA TANAH AIR KAMI, TANAH AIR INDONESIA"
Pernahkah?
Meski nggak dinyatakan secara lantang dan formal, tentu RASA BANGGA kita terhadap negeri sendiri sangat dibutuhkan. Seperti kata peribahasa, "dimana bumi diinjak, disana langit dijunjung". Karena kita terlahir di negara indah ini, maka junjunglah negara ini dan berbanggalah dengan tanah kelahiranmu! :)
Banyak cara untuk menunjukkan bahwa kamu BANGGA INDONESIA. Ini hanyalah beberapa cara sederhana untuk menujukkan KEBANGGANMU terhadap INDONESIA!
Sampaikan Cerita Rakyat asli INDONESIA
Jangan sampai generasi muda kita lebih mengenal budaya lain dibanding mengenal budayanya sendiri.
Cinderella? Sleeping Beauty? Adik-adik kecilmu sudah cukup untuk mendengarkan fairytale buatan luar negeri seperti itu. Kenapa kamu ngga coba menceritakan pada mereka tentang Lutung Kasarung, Sangkuriang, Malin Kundang, daaaan sebagainya. Indonesia punya sejuta kisah yang nggak kalah seru, loh!
Untuk mengakses cerita-cerita rakyat, dapat diklik disini, atau disini. Selamat mewariskan rasa bangga Indonesiamu lewat dongeng!
Dukung TIM Nasional INDONESIA!
Dalam SEA Games, pertandingan Bola, Bulutangkis, dan pertandingan lainnya, dukunglah tim INDONESIA! Beri spirit kepada mereka dengan sepenuh hati, meski pada saat pertandingan, tim kita harus melawan tim asing yang jadi favorit kita. Ingat, mereka adalah PEJUANG yang sedang mempertaruhkan segalanya demi NAMA BAIK INDONESIA! Go, Indonesia!!
Pakai Produksi dalam Negeri
Masih bangga menggunakan pakaian dengan brand buatan luar negeri? Udah nggak jaman! Tunjukkan kebanggaanmu dengan memakai Produk dalam negeri. Ngga cuma baju, tapi barang-barang lainnya juga. Selain dapat menambah rasa nasionalisme kamu, secara nggak langsung kamu sudah membantu memajukan industri dalam negeri dengan memakai produk dalam negeri, loh!
Dukung terus KARYA ANAK BANGSA.
Ssst, hayo ngaku, siapa disini yang masih nganggap remeh karya-karya Indonesia? Baik di dunia perfilman, musik, multimedia, teknologi, dan sebagainya? Anak bangsa saat ini sedang dalam perjalanan mengejar ketertinggalannya dalam bidang-bidang tersebut. DAN MEREKA BUTUH DUKUNGAN! Sekarang, Indonesia mulai memproduksi banyak film bermutu di dunia perfilman. Musik tak tertinggal kerennya dengan musik-musik lain yang sedang trend. Tak mau ketinggalan, beberapa kelompok anak bangsa yang kreatifpun mulai membuat game dan film kartun yang patut diacungi jempol. Ayo, dukung terus kreativitas anak bangsa!
Sebenarnya, masih banyak cara lain untuk dapat mengungkapkan kebangganmu terhadap tanah air. Mulailah dengan Hal kecil, maka lama-lama kamu bakal terbiasa untuk menunjukkan kebangganmu terhadap negeri.
Hidup Indonesia~!
Waktu lagi iseng-iseng berselancar di dunia maya, tak sengaja saya mampir ke sebuah website. (Lupa lagi, blog/web apa ya?) :"D
Disana, penulisnya menuliskan tentangKOMPETISI BLOG! saya langsung berapi-api membacanya. Ternyata, kompetisi yang satu ini diselenggarakan oleh KOMPAS MUDA, dengan tema BANGGA INDONESIA.
Wah, saya langsung tertarik dan berniat untuk mengikutinya.
Dukung saya yaa..
Untuk yang berminat, ayoo ikut! Ini info lebih lengkapnya;
* Web/blog yang ditujukan untuk komunitas anak muda
* Untuk perseorangan atau tim, boleh mengirimkan alamat web/blog lebih dari satu.
* Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan
*Di halaman web/blog, harus menyertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC, yang bisa terbaca secara mudah. Lokasi penempatan kata kunci itu bebas.
*Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, tingkat popularitas dan peringkat web/blog kamu di Google. Juri akan menggunakan mesin pencari Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC.
*Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru.
*Web/blog yang dilombakan minimal memuat satu halaman tulisan (minimal 3.000 karakter termasuk spasi) dengan tema: Bangga Indonesia.
*Tulisan orisinal, tidak boleh copy-paste karya orang lain.
*Kirimkan alamat web/blog kamu ke email lombaweb@mudaers.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Di email itu, cantumkan nama kamu, tempat/tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) KTP/SIM/kartu pelajar/kartu mahasiswa. Subyek email adalah berupa alamat web/blog kamu.
*Link web/blog diterima panitia paling lambat 17 Februari 2010.
Hadiah Kompetisi: Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik
Gimana? Menarik, kan? Untuk lebih lengkapnya, kunjungi saja websitenya di www.mudaers.com.
So, be proud and Go, blogging!