Tampilkan postingan dengan label cuap cuap aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap cuap aja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 15, 2012

Times Goes By

So, my office just shared a bunch of 2013 calendar to its relations, customers, and employees. This thing suddenly wakes me up that year 2012 is going to meet its end. And, ohlala! I'm getting older!
I think my life accelerates fast since I'm graduated. I start to think about careers, marriage, pregnancy, and  parenting. I start to wonder about how to make money, how to be a great wife, and how will i spend my future. So many things complicated in my mind. I really need to start my life.
In another new years before, i didn't have any resolution like some people did. I just go with the flow and hoping everything will going well. I think from now, i should have resolution myself. Reminds me to make a resolution list on the next post ;)
Btw, even that marriage thingy will not be in my 2013 resolution list (its too early!), but i still busy comparing one wedding organizer to another. LOL me, but i love to do this. Comparing wedding dresses, photographs, and food in every wedding reception is my new hobby :D

Rabu, Desember 12, 2012

Nakal

Jadi, kapan terakhir kali lo melakukan suatu hal yang nakal, tapi bikin lo excited? Seperti mengambil buah jambu di halaman tetangga, kemudian lari terbirit-birit sambil merasa excited. Sebenernya nggak terlalu peduli sama buah jambunya, all that you care is just how the way you feel. One more time: EXCITED


Secara random, gue tiba-tiba merasa bete dan jenuh. Awalnya gue nggak tau kenapa. Bahkan tanpa pikir panjang gue kirim pesan singkat ke Si Pacar yang isinya :

"Aku bete. Jenuh. Gatau kenapa. Pengen pergi ke suatu tempat yang bikin aku merasa muda lagi. Aku pengen nakal sehariiii aja."
Sayangnya, karena gue dan Si Pacar terpisah jarak, dia nggak bisa mengarahkan gue untuk jadi anak nakal yang positif. Dia sendiri bingung, nakal kayak gimana yang gue maksud disitu. Akhirnya, hari ini gue bikin janji dengan para sahabat gue; Dara, Apip dan Ewih. Gue mencurahkan segala ketidakjelasan mood gue akhir-akhir ini, yang tiba-tiba merasa ingin melakukan hal yang nakal. Secara sederhana, obrolan berkembang pada kenakalan jaman-jaman masih ingusan: naik-naik ke pohonnya tetangga, nyingkapin roknya cewek, mencet bel rumah orang terus kabur, dan sebagainya.

Ketika sedang membicarakan hal itu, mood gue sedikit demi sedikit membaik. Mungkin ini yang gue butuh; nakal-nakalnya anak ingusan. Mungkin gara-gara environment shock, dimana gue yang masih muda belia ini berkarier di tempat yang sebagian besar pegawainya sudah berkeluarga, (anak perawannya aja cuma gue doang) bagian kecil dari diri gue yang masih belia seolah berontak. Gue pengen deh sekali-sekali melakukan hal-hal konyol itu lagi. Terakhir kali, gue ngejailin orang-orang secara random tepat sehari sebelum sidang skripsi.

Jadi, ya... memang sepertinya untuk memperbaiki mood, melakukan kenakalan anak ingusan bisa jadi healing therapy untuk kalian yang suddenly feeling old. Seperti salah satu episode di kartun Spongebob, ketika Mr Krabs melakukan hal-hal konyol hanya untuk merasa kembali muda. Tapi, tentu nakal-nya harus dalam batasan tertentu, ya?

"Apakah kau merasakannya, Tuan Krabs?"

Kamis, September 27, 2012

Tentang Mimpi

Siapa yang tak pernah merangkai mimpi?
Itu, mimpi yang ingin dicapai, bukan mimpi yang bunga tidur...
Impian, mungkin tepatnya.
Gue termasuk orang yang (ternyata) punya *terlalu* banyak mimpi. Ini juga baru gue sadari ketika chit-chat dengan si Pacar, membahas tentang cita-cita konyol semasa kecil.

Saat itu gue bertanya, "pernah punya impian apa, yang paling konyol, waktu kamu kecil?"
Well, he kinda an introvert person, mungkin dia nggak bisa bebas membicarakan impian konyolnya, atau emang dia nggak sekonyol gue walaupun sama-sama masih ingusan dulu.
Cita-cita *yang menurut dianya* konyol adalah ingin jadi pilot dan dokter. Klise, cita-cita umum hampir 90% anak kecil sedunia. Pas giliran gue yang nyerita, gue punya segudang impian:
Wartawan, biar bisa pergi keliling dunia dan masuk tipi
Penyiar radio, soalnya kelihatannya ghaoels gimanaaaa gitu
Penulis, karena gue punya blog (?)
Dosen, biar banyak duit dan intelek
Pramugari, biar bisa jalan-jalan pake pesawat dan punya pacar pilot :3
Sampe ke dokter ahli forensik, pertamanya karena ngerasa keren ama namanya dan sering disebut di berita (oke ini absurd banget)

Sampai pada usia SMA, seharusnya setiap orang punya map menuju pencapaian impiannya masing-masing. Impian yang hanya diingat atau dicurhatin, biasanya gampang hilang oleh waktu.

Ada baiknya setiap kali impian barumu pop-up di benakmu, ambil secarik kertas, tulis dan simpan di tempat yang aman, supaya suatu saat nanti kamu ingat dan terus berusaha mencapainya.

Ada sebuah kutipan dari realityshownya Agnes Monica dua hari lalu: Dream, Believe, and make it happend!

Selasa, Agustus 07, 2012

If I Published Part of My Diaries Here…

August 7th, 2012

Hari ini hari Selasa, sama seperti hari Selasa dua minggu yang lalu, jadwalku dipadatkan dengan mengajar sehari peuh di salah satu lembaga bimbingan belajar di Bandung.

Mengajar itu menyenangkan, memang. Terlebih saat aku sudah siap dengan materi dan bahan yang akan aku sampaikan dengan matang. Yang paling aku nantikan adalah melihat wajah dan ekspresi para siswaku menghadapi materi dan tes yang akan aku berikan kelak. Akankah mereka cemberut? Atau malah senang? Gemes? Bete? senyum-senyum sendiri? Atau malah tertawa terbahak-bahak?

Terkadang, menghadapi siswa yang rewel dan sulit diatur memang menjadi hambatan dalam menjalani pekerjaan seperti ini. Hampir sampai pada titik yakin, aku pernah berpikir untuk beralih profesi. Kebetulan, studi terakhirku cukup multifungsi: "Pendidikan Manajemen Bisnis”. Ketika sekelebat aku merasa lelah dan merasa cukup dalam mengaplikasikan bagian “Pendidikan”nya, aku seringkali berpikir untuk mulai menerapkan “Manajemen Bisnis”nya, terutama di bidang konsentrasi yang aku ambil; Manajemen Keuangan.

Pilihan itu menyeretku pada kemungkinan perubahan lingkungan kerja yang akan berbeda 100%. Perusahaan, bukan lembaga. Ruang kerja, bukan kelas. Komputer, bukan papan tulis. Klien, bukan murid. sebenarnya doesn’t matter sih.. Sesuatu yang baru dan tantangan yang segar selalu membuatku jatuh cinta.

Tapi, hari Selasa kali ini berbeda. Hari ini, salah satu siswa tahun ajaran kemarin datang berkunjung dan, dengan wajah berbinar, ia menceritakan hari-hari pertamanya sebagai mahasiswa di salah satu kampus terfavorit di Bandung. Ia diterima di kampus dan jurusan pilihan pertamanya melalui jalur SNMPTN. Pilihan pertama, loh! Mungkin terdengar sedikit exaggerate, tapi hal ini secara mengejutkan membuatku bahagia. Bagi para guru senior, pasti merasakan hal seperti ini adalah hal yang biasa. Mendengarkan anak didikannya dengan senang bercerita, dan titik puncaknya adalah ketika ia berkata “Berkat teh Vicky, nih!”. Sepertinya rasa bangga campur bahagia itu overload sampe nggak bisa ketampung lagi. Hehe..

Hingga saat ini, bisa dibilang aku ini masih jobseeker. Menunggu takdir menjawab apakah aku ditakdirkan meneruskan bagian “pendidikan” atau diberi kesempatan mengaplikasikan “manajemen bisnis”nya juga. Satu-satunya yang aku harapkan, dimanapun nanti aku meniti jalanku menuju masa depan, aku harap aku dapat merasakan lagi perasaan bangga dan bahagia yang overload itu untuk segala ketercapaian prestasiku. I just can pray that Allah will lead me to the best path for my future, my life, and my afterlife…amien..

Sabtu, Maret 03, 2012

D-I-Y Photo Gallery

Nothing special mungkin, cuma buat gue yang jarang-jarang mau ngulik buat bikin sesuatu, benda ini adalah masterpiece gue.

Jadi, setelah gue ceritain sedikit mengenai dekorasi kamar mini gue, gue juga cerita kalo gue mendekor dindingnya dengan benda yang satu ini.
 Photo 0316
Ini adalah photo gallery. Gue termasuk orang yang narsis dan punya banyak foto, baik foto diri maupun gue dengan keluarga, temen, atau pacar. Merasa sayang kalo fotonya cuma disimpen di album dan diliatnya kapan-kapan, gue berinisiatif untuk memajangnya di tembok kamar. Tapi sayangnya, beberapa foto terlalu kecil untuk di figura dan beberapa yang lain terlalu banyak untuk di figura. (intinya, gue nggak punya duit buat beli figura) jadi, gue mencari cara lain untuk bisa memajang mereka semua tanpa cost yang banyak, tapi tetep eye catching dan matching ama tembok kamar gue.

Berbekal sepotong triplek bekas (entah bekas apa) dan cat sisa tembok, gue menyulap sepotong triplek jadi berwarna merah. Untuk memberi hiasannya, gue fotokopi pola bunga yang gue suka.
Photo 0308
Lalu, gue bolongin deh pake cutter, sampe terlihat seperti ini:
Photo 0309Photo 0310
Bagian yang berlubang cukup ngebantu buat bikin bentuk bunga. Gue cat deh dengan warna pink. Gunakan kuas yang kecil ya, supaya lebih rapi.
Photo 0311
Tadaaa! Ini dia penampakan setengah jadinya. Untuk pola dan warna, kamu bisa pilih sesuai selera dan kesukaan kamu.
Photo 0312
Oya, hasil photobox yang (tentunya) ukurannya lebih kecil pasti lebih bagus kalau dikelompokkan di satu tempat. Kalo dibaurkan dengan yang ukuran besar, nantinya nggak attracting. Jadi, kamu bisa bikin satu triplek tambahan dengan warna dasar berbeda untuk nempelin foto-foto berukuran kecil

Photo 0313
Ayo, pada bikin juga! Winking smile

Selasa, Februari 28, 2012

Treasure in Your Bedroom

Beberapa kali melakukan pembersihan besar-besaran di kamar, beberapa kali juga gue menemukan beberapa “harta karun” yang tersembunyi di dalam kamar.

Kamar gue mulanya adalah sebuah ruang kecil berukuran 1,6 x 2,5 m yang nyempil di bagian belakang rumah. Kecil, nyempil, sedikit gelap, nggak jauh beda sama upil. Tapi, kecil-kecil gini, kamar gue adalah tempat ternyaman di seluruh dunia. Apalagi setelah Mummy mengizinkan gue ngecat kamar gue jadi merah dan pink. It’s so me!
Photo 1066
before


C360_2011-10-09 19-49-19
after

Baru beberapa bulan lalu, gue ngedecorate kamar jadi serba merah. Gue menambahkan sedikit hiasan dinding, dan paw! Kamar ini officially jadi dunia gue sendiri
Photo 0316C360_2011-10-09 19-50-38

Si ruangan kecil ini ternyata nyimpen banyak kenangan. Dan, harta-harta yang menyimpan kenangan itu baru ketemu ketika gue mengadakan pembersihan besar-besaran. ini dia harta-harta yang masing-masing menyimpan kenangan tersendiri. Harta karun apa sajakah yang gue temukan di kamar tidur gue? Klik read more yaa..

Kamis, Februari 23, 2012

Colorful Life


Cewek A: Kenapa sih, selama bertahun-tahun lo mengenal banyak cowok, lo selalu balik lagi ke Nathan lagi, Nathan lagi..
Cewek B: Karena gue ngerasa, Nathan itu, bikin hidup gue penuh warna...
Cewek A: Lo bilang dia abu-abu?
Cewek B: Ternyata gue salah...
Cewek A: Kalo Oscar?
Cewek B: Kalau dia, terlalu putih...

dialog itu gue kutip sambil lupa-lupa inget dari film yang pernah gue tonton di TV. Dari dialog singkat itu, secara otomatis gue setuju dan merasa sehati dengan si cewek B.

"Dia bikin hidup gue penuh warna", mungkin nggak cuma si cewek B yang punya alasan seperti ini untuk tetap bersama seorang cowok tertentu. Mungkin 99,9% wanita di dunia mempertahankan prianya karena pria tersebut bisa membuat hidupnya colorful.

Jadi, kayak gimana sih cowok yang penuh warna, dan kayak gimana juga cowok yang terlalu putih, atau abu-abu?

Gue mencoba mengartikannya sendiri. Gue pernah bertemu beberapa orang yang penuh warna, abu-abu, atau bahkan terlalu putih. Orang yang hidupnya bisa memberi banyak warna untuk kehidupan orang lain biasanya orang yang penuh kejutan. Orang yang awalnya misterius, terlihat susah untuk dideketin, tapi kemudian setelah deket, orang itu penuh kejutan. Dia bisa melakukan hal yang sebelumnya nggak terpikirkan oleh gue. Kayak misalnya, seorang cowok yang gue kira pendiam dan pasif dalam berinteraksi, when there's just two of us, dia bisa bercanda juga, ngocol dan bikin gue ngakak. Orang yang bisa memperlihatkan "warna baru" dalam kehidupan kita. Apakah dia bikin kita marah, merasa malu, bahagia, sedih, seeeemuanya.Dan biasanya, orang seperti ini tanpa ragu bisa mengajarkan kita hal-hal tentang kehidupan. Yep, orang seperti ini nggak cuma memperlihatkan warna-warni kehidupan, tapi juga MENGAJARKAN tentang warna kehidupan itu, lebih dalam dan lebih bermakna.

Source


Kata "abu-abu" mungkin digunakan untuk orang yang tidak hitam, tapi tidak juga putih. Tapi, orang yang "abu-abu" membuat kita ragu dan bertanya-tanya.Biasanya dia tidak memiliki tujuan tertentu dalam menjalin hubungan antara hidupnya dengan hidup orang lain. Biasanya, orang tipe abu-abu bikin kita penasaran, tapi bikin capek juga karena pada akhirnya jati diri orang yang abu-abu ini susah banget terkuak. Seperti ngeblur

Buat gue, kata "terlalu putih" terdengar membosankan. Tapi, si manusia yang terlalu putih ini pasti punya kelebihan. Orang yang "terlalu putih" bakal bikin kita tenang di deketnya. Terlalu tenang, mungkin... sampai kita nggak bisa merasakan marah, kesel, pengen ngejitak, dan lain sebagainya. Orang yang terlalu putih tentu memiliki daya tarik di awal perkenalan. Namun pada akhirnya, mungkin kita bakal sedikit bosan dengan perjalanan yang terlalu lurus tanpa gelombang.

Well, memang mungkin nggak setiap orang bisa pure abu-abu atau pure terlalu putih. Gue yakin semua orang mempunyai potensi untuk jadi lebih berwarna. Hanya saja, pandangan orang lainlah yang bikin kita bisa jadi putih, abu-abu, atau penuh warna. Di mata si A, mungkin saja gue orang yang penuh warna. Tapi nggak menutup kemungkinan ada orang lain yang nganggep gue abu-abu.

Kita bisa merubah diri kita menjadi pelukis bagi kehidupan orang lain. Terutama saat lo berfikir untuk mulai menghubungkan kehidupan lo dengan kehidupan orang lain, baik sebagai teman, pacar, sahabat, atau suami/istri, cobalah untuk jadi orang yang memberikan banyak warna untuk pasangan atau teman lo. Karena orang yang penuh warna, biasanya sangat dirindukan...

...It was all in monochrome, without the light,
Just like a silver screen you walked into my life
You taught the stars to light up what was dark
I found the light saturated in your charm
We kiss the sky and dance across rainbows
Now it's all in technicolor with you
Yellow, orange, pink, green and blue
Let's paint the town, darling us two...
-Paloma Faith
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...